• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Tragedi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610, Apakah Akibat Kelalaian Manusia atau Akibat Faktor Mesin Boeing 737 Max-8 ?

31 October
08:45 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Berita yang sangat mengagetkan, tragedi   besar kecelakaan  transportasi udara kembali terjadi di tanah air kita.

Pesawat Lion Air JT-610 yang mengangkut 189 penumpang termasuk awak pesawat, jatuh di Perairan Tanjung Karawang dalam penerbangan  dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal  Pinang. Duka pun menyelimuti  keluarga penumpang dan awak pesawat. Sampai Selasa malam baru ditemukan sekitar 37 kantong jenasah.

Sebagaimana diketahui, Tim Basarnas yang dibantu TNI - POLRI, Kementerian Perhubungan dan relawan masih berupaya mencari para penumpang dan awak dari pesawat Lion Air yang  berada di kedalaman 30 hingga 35 meter.Kita  tentu ingin mengetahui apa penyebab jatuhnya pesawat tersebut,  apakah akibat kelalaian manusia atau akibat gangguan mesin pesawat boeing 737 Max-8 ? 

Semuanya tentu kita akan menunggu Hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan menunggu temuan kotak hitam atau black box. Namun demikian, sebelum jatuh di perairan Tanjung  Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi, 29 Oktober 2018,  pesawat   tercanggih jenis  boeing 737 Max-8  Lion Air diduga  mengalami masalah instrumen pada penerbangan sebelumnya. 
Dengan  histori kondisi pesawat dalam penerbangan sebelumnya  patut dapat diduga telah terjadi gangguan teknis. Sebelum hilang kontak  dan jatuh di perairan Karawang, Pilot  Lion Air JT 610 setelah tiga menit lepas landas sempat menyampaikan return to base atau ingin kembali  kepada petugas kontrol lalulintas udara di bandara Soekarno-Hatta.

Penyampaian prosedur Return to Base (RTB) sangat penting untuk keselamatan penerbangan, karena ini menunjukkan  ada kekhawatiran akan masalah teknis yang serius. Ketika pilot pesawat menyampaikan RTB kepada pihak Bandara, biasanya merupakan tindakan  pencegahan dan dalam sebagian besar kasus disebabkan oleh masalah teknis. 
Pertanyaannya kemudian apakah terjadi "human error"? 
Sementara itu, kita ketahui  Pilot dan kopilot Lion Air JT 610 memiliki jam terbang yang tergolong  senior yaitu masing-masing memiliki 6.000 dan 5.000 jam terbang. Demikian juga pesawat jenis Boeing 737 max-8 merupakan pesawat tercanggih dan produksi terbaru dari Boeing.  Bahkan  baru digunakan 800 jam terbang yang dioperasikan Lion Air sejak dua bulan yang lalu.

Pertanyaannya apakah terjadi kecelakaan akibat terjadi gangguan mesin pesawat?  Kesalahan tidak murni  hanya  satu pihak saja,  tapi bisa saja  berasal dari banyak faktor, mulai perizinan,  faktor manusia, faktor  pengawasan, lalai pada maintenance,  faktor cuaca dan kondisi pesawat itu sendiri. Atau ada penyebab lain, misalnya  akibat eksternal faktor, atau akibat  penyakit dari digitalisasi, sehingga berada di luar kemampuan pilot dan kopilot? 

Oleh sebab itu, sebaiknya  mari kita  menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan hasil temuan  kotak hitam atau black box  pesawat tersebut. Sebab, tugas dari KNKT adalah : melaksanakan investigasi kecelakaan transportasi; memberikan  rekomendasi hasil investigasi  kecelakaan transportasi kepada pihak terkait;  dan memberikan  saran dan pertimbangan kepada Presiden berdasarkan hasil investigasi  kecelakaan dalam rangka   mewujudkan keselamatan transportasi.

Dalam kesempatan ini, Kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas musibah pesawat Lion JT610, semoga keluarga korban tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini.

Tentang Penulis

Alit Wiratmaja

< h3 class="r" sans-serif background-color:#ffffff;"><a href="https://www.antaranews.com/berita/212606/alit-wiratmaja-terpilih-menjadi-anggota-dewas-rri" Wiratmaja</a>&nbsp;</h3>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00