• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kesalahan Data Beras BPS Jangan Terulang Lagi

25 October
17:14 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dalam konteks pertanian umum, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa seperti  produksi kelapa sawit, karet, dan coklat, Indonesia mulai bergerak menguasai pasar dunia. Namun, dalam konteks produksi pangan memang ada suatu keunikan.

 Meski menduduki posisi ketiga sebagai negara penghasil pangan di dunia, hampir setiap tahun Indonesia selalu menghadapi persoalan berulang dengan produksi pangan, terutama beras. Produksi beras Indonesia yang begitu tinggi belum bisa mencukupi kebutuhan beras penduduknya. Akibatnya Indonesia masih harus mengimpor beras dari negara penghasil pangan seperti Thailand. Salah satu penyebab utamanya adalah jumlah penduduk yang sangat besar.

Data statistik menunjukkan pada kisaran 230-237 juta jiwa penduduk Indonesia, makanan pokoknya  adalah beras sehingga sudah jelas kebutuhan beras menjadi sangat besar. Sayangnya satu data acuan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik untuk menentukan kebijakan soal beras untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia tersebut salah, sehingga ada perbedaan  data beras antara Badan Pusat Statistik dengan Kementerian Pertanian.

Kesalahan data ini sudah diketahui oleh Presiden, bahkan Wakil Presiden mengakui kesalahan ini sudah berlangsung 20 tahun lebih. Pemerintah pun berjanji memperbaiki data tersebut.

Pertanyaannya mengapa sampai bisa terjadi kesalahan data? Apa masalahnya? Apakah karena faktor SDM yang kurang berkompeten atau teknologinya,seperti penggunaan citra satelit USDA  yang kurang mensuport pelaksaaan sampling data beras ? ini harus di cari jawabannya. Tidak hanya sekedar memaklumi kesalahan masa lalu. Karena tanpa mengetahui kesalahan yang ada kita tidak akan mampu memperbaikinya untuk kepentingan masa depan.

Kita berharap ketidakvalidan data ini tidak terus berlarut larut terjadi, yang berimpilkasi terhadap terganggunya pengambilan keputusan sehingga justru dapat melambungkan harga beras yang makin tinggi saja belakangan ini.

Sudah saatnya kesalahan masa lalu dijadikan pelajaran berarti, dan harus diakui bahwa konsumsi beras penduduk Indonesia cukup tinggi, karena jumlah penduduk Indonesia yang juga besar, maka jika tidak dibarengi dengan produksi yang tinggi  mengakibatkan kebutuhan beras Indonesia menjadi tidak terpenuhi, terlebih  jika hanya mengandalkan produksi dalam negeri saja  dengan demikian Impor  dari negara lain tidak dapat terelakan.

Tentang Penulis

Besty Simatupang

rri.co.id

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00