• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Fenomena Dampak Film Horor bagi Penonton

19 October
16:28 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Dunia perfileman saat ini  sedang mengalami kemajuan yang sangat signifikan hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah penonton dalam kurubn waktu 3 tahun terus mengalami peningkatan. Data jumlah penonton film Indonesia tahun 2015 mencapai 16,2 juta. Angka ini meningkat lebih dari seratus persen di tahun 2016, penonton film Indonesia mencapai 34,5 juta penonton. Kemudian  di tahun  2017 penonton film nasional meningkat lagi menjadi 40,5 juta dan tahun 2018 diperkirakan jumlah penonton film akan semakin meningkat. 

Perkembangan film di Indonesia juga ditandai dengan beragamnya gendre yang disajikan dalam layar lebar sudah ada 11 film yang akan menjadi unggulan diantaranya  jenis  komedi, horor, drama, aksi, dan keluarga. Dari gendre tersebut berdasarkan hasil survei  film jenis  komedi dan jenis  horor merupakan salah satu  jenis film yang paling banyak ditonton masyarakat.

Maraknya  peredaran  dan pemutaran film  horor akhir-akhir ini menimbulkan rasa was-was di kalangan masyarakat, sebab dampak psikologis  film horor lebih banyak negatifnya dari pada dampak posistifnya. 

Pertanyaannya  mengapa masyarakat merasa cemas terhadap dampak yang ditimbulkan akibat tayangan  film Horor. Sutradara dan Produser film Nagabonar jilid 2, Deddy Mizwar mengatakan, film horor dan mistik yang marak saat ini jauh dari nilai religi. Pasalnya, film tersebut tidak ada pesan yang disampaikan kepada penonton. Akan tetapi, lebih menonjolkan sisi komersial dan jumlah penonton saja. Seharusnya  sebuah film ada pesan moral dan tanggung jawab sosial. Karena setiap produksi mempunyai dampak kepada masyarakat. Terutama film horor, karena mereka menayangin hantu dan kasus pembunuhan yang tidak wajar. 

Tayangan semacam ini bisa membunuh karakter seseorang dan membuat orang was was akan jati dirinya. Bisa jadi, setelah nonton film horor bukan membuat orang bahagia, tetapi malah bikin orang takut dan was was akan dirinya. 

Maraknya film horor di Indonesia ditanggapi negatif oleh pakar komunikasi, Prof Dr Yunan Yusuf. Ia mengatakan, film horor membuat manusia pemalas dan tidak rajin beribadah. Pasalnya, horor telah membantu masyarakat untuk percaya selain Tuhan. Apalagi, film tersebut dibuat dengan fiktif dan mengada-ada. 

Menurut Yunan, film horor banyak menimbulkan mudharat dari pada positifnya. Karena, masyarakat bisa bodoh dan pemalas, karena pengaruh film tersebut. Kini kehawatiran masyarakat itu bukan hanya isapan jempol semata tetapi menjadi kenyataan.Terbunuhnya Ella Nurhayati  oleh putranya  sendiri  diduga kuat   terjadi setelah menonton  film jenis horor The Nun di salah satu bioskop di Bandung. 

Terlepas benar tidaknya misteri kematian Ella Nurhayati oleh anak kandungnya setelah menonton film Horor  The Nun kiranya  kasus ini harus  menjadi pelajaran  berharga sebab dampak film horor bagi penonton lebih banyak  buruknya ketimbang  manfaat bagi masyarakat. 

Dengan kata lain masyarakat juga harus cerdas dalam memilih dan memilah tontonan film yang bermanfaat atau tidak bagi manusia, begitu juga para produser film  dalam memproduksi film  jangan mengejar keuntungan semata  tetapi juga perlu mempertimbangkan akibat yang ditimbulkannya. (Foto : Loop)

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00