• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Tingkatkan Kewaspadaan, Gedung Dewan belum Perlu Kaca Anti Peluru

18 October
08:25 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tiga hari ini, perhatian masyarakat Indonesia terpusat pada kehebohan yang terjadi di Gedung Parlemen di kompleks Senayan Jakarta. Kali ini bukan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar pada salah satu anggotanya, namun dikejutkan dengan penemuan 4 peluru nyasar yang nyaris menelan korban yang meluncur ke gedung DPR.

Peluru nyasar itu berasal dari lapangan tembak, karena memang lokasi gedung parlemen berada di seberang pusat latihan menembak di pusat kota Jakarta di tengah fasilitas social di kawasan itu.

Muncul pertanyaan mengapa gedung dewan yang megah itu sampai kecolongan? Sehingga peluru bisa nyasar?bagaimana system pengamanannya di tempat itu ? 

Berdasarkan uji balistik criminal umum polda metro jaya didapati bahwa peluru nyasar yang menembus ruang kerja anggota DPR berasal dari pengguna pistol yang sedang latihan di lapangan tembak yang menurut pengguna senjata melesat karena tidak mampu di kuasai.

Tidak menutup kemungkinan peristiwa ini ada  kaitannya dengan upaya untuk teror kepada anggota DPR RI. Kita tunggu saja hasil penyidikan selengkapnya dari pihak kepolisian.

Pastinya kita berharap pihak kepolisian mampu mengurai kasus ini dengan baik dan tidak dipolitisir oleh pihak pihak tertentu, mengingat ini tahun politik.  Kasus ini pastinya juga mengkhawatirkan semua pihak, selain keamanan anggota dewan juga warga masyarakat lain yang juga ada di gedung DPR.

Kita hanya mengimbau kepada aparat kemananan, agar terus meningkakan keamanan di kompleks parlemen. Disisi lain kita juga mengusulkan agar lapangan tembak dipindah ke lokasi lain. Usul kepindahan lapangan tembak juga sudah menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dalam waktu dekat akan mencari lokasi baru lapangan tembak.

Soal usulan gedung DPR dilapisi kaca anti peluru, ini semoga tidak menjadi modus baru untuk membesar besarkan anggaran dewan. Selain berlebihan, diketahui harga kaca anti peluru relative mahal. Bisa dibayangkan berapa trilyun rupiah yang harus dikeluarkan negara, hanya untuk kaca anti peluru di gedung perlemen.

Hanya ada satu kata sepakat untuk mencegah tindakan yang dikhawatirkan dapat mencederai semua orang, yakni tingkatkan kewaspadaan dan keamanan dimanapun kita berada. Selebihnya hanya Tuhan yang tau.

Tentang Penulis

Besty Simatupang

rri.co.id

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00