• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pertamina Menaikkan Harga BBM

11 October
09:08 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dampak paling terasa dari kenaikan kurs dollar amerika dan naiknya harga minyak mentah dunia adalah penaikkan harga bahan bakar minyak BBM non subsidi. Kemarin,  pertamina menaikkan harga BBM Non Subsidi yakni antara lain pertamax,  pertamax turbo dan pertamina dex. 

Penaikkan harga BBM Non Subsidi adalah kewenangan Pertamina. Dalam hitungannya pasti pertamina sudah mengkalkulasi kenaikan harga kurs dollar Amerika dan kenaikkan harga minyak mintah dunia. 

Sementara itu,  
bahan bakar minyak subsidi premium batal naik. Pembatalan kenaikan itu juga unik,  sebab terkesan tidak ada kesepahaman antara Menteri terkait. Premium semula akan naik menjadi 7 ribu untuk Jawa,  Madura dan Bali dari semula 6.550 per liter. keputusan itu sudah ditetapkan,  namun tiba tiba dibatalkan. 

Suatu yang unik,  tapi faktual. 
Terlepas dari pembatalan kenaikan premium,  secara faktual lainnya adalah harga BBM non subsidi sudah pasti naik hari ini. Pemerintah masih berupaya menahan kenaikan harga BBM Pertalite. 

Kendati ini BBM non subsidi,  akan tetapi komandonya tetap di pemerintah. Pertamina Memamng berdarah darah untuk menjaga agar pertalite tidak naik. Harganya tetap 7800 rupiah per liter. Ini pasti tantangan berat. Namun kita juga harus paham,  bahwa kenaikan harga BBM Pertalite berisiko tinggi. 

Dalam konteks ini,  pemerintah dituntut harus lebih kreatif dan inovatif menjaga harga BBM. Kalau saja dinaikkan yang subsidi pasti akan jadi makanan empuk kaum oposisi. Sedangkan bila dipertajamkan,  akan membuat APBN tidak sehat. Karena itu,  kaum oposisi hendaknya tidak memanfaatkan kenaikkan harga BBM ini untuk tujuan politis tertentu. 

Ini adalah fakta dampak bahwa dollar naik terhadap rupiah dan harga minyak mentah juga naik. 
Siapapun dihadapkan pada kondisi sulit. Ini adalah pekerjaan rumah biasa. Rakyat pun harus mahfum bila suatu saat harga BBM subsidi itu naik. 

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00