• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pertemuan Tahunan atau Annual Meeting IMF dan Grub Bank Dunia

9 October
10:01 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Angka 855 koma 5 milyar  adalah taksiran seluruh biaya yang harus dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Kelompok Bank Dunia di Bali pekan ini. Angkanya memang cukup fantastis,  hampir satu triliun,  kendati masih lebih kecil dibandingkan penyelenggaraan Asian Games agustus lalu. Pemerintah berkelit bahwa anggaran tersebut sudah dipangkas hingga 30 sampai 40 persen. 

Adalah ekonom Rizal Ramli yang mengusulkan pengalihan dana tersebut bagi korban Gempa di Palu. sigi dan Donggala. Usulan Rizal Ramli bisa jadi argumentatif, kendati hanya saja usulannya tidak realistis.  Pengalihan dana 855 miliar anggaran negara ke pos yang lain adalah tidak mudah. Salah salah bisa kena KPK. Karena itu,  secara prinsip,  anggaran sebesar itu sudah sejatinya dioptimalkan bagi penyelenggaraan IMF World Bank annual meeting 2018. 

Terlepas dari Pro dan Kontra perhelatan pemimpin ekonomi dunia di Bali hingga 14 oktober mendatang,  senyatanya memang akan ada banyak mamfaat bagi Indonesia. Perhelatan para pemimpin ekonomi itu tampak mewah,  sebab memang juga sudah budayanya para pengusaha dan ekonom mengadakan pertemuan dengan standard internasional. Tinggal kemudian,  bagaimana memanfaatkan kehadiran 18 ribu orang dari seluruh dunia di Bali. Bila ini sukses,  maka secara branding,  nama Bali dan Indonesia semakin mendunia. 

Selain soal hasil pertemuan IMF dan Bank Dunia,  Pemerintah berharap para peserta dan delegasi akan menghabiskan uang sakunya di Bali. Seandainya satu orang peserta menghabiskan dua ribu dollar Amerika,  maka setidaknya sudah akan balik 540 miliar rupiah.

Itung-itungan matematika aljabar,  kemungkinan besar. Indonesia untung. Namun demikian,  tetap saja perlu ada hal yang lebih konkrit dikalkulasi kembali,  semisal aspek akomodasi. Sebagian besar hotel yang digunakan adalah jaringan hotel internasional. Artinya,  sebagian besar pendapatan mereka akan disetor ke luar negeri kembali. Kemudian soal luasan destinasi selain Bali. 

Mungkin saja mereka menambah waktu berada di Bali atau ke Banyuwangi atau bahkan ke Lombok. Akan tetapi biasanya,  karena mereka adalah pebisnis dan ekonom pengambil kebijakan, maka waktunya sangat padat.

Terakhir adalah keterlibatan para pengrajin dan ukm yang perlu mendapat akses lebih luas. Karena itu, itung itungan untungnya tidak sekedar harapan,  namun juga riil di lapangan. Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia segera berlangsung.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00