• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

UNBK SMA/SMK Memberatkan

16 April
08:09 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Memang sangat berat nasib siswa SMA dam SMK di Indonesia saat ini. Pekan lalu mereka menguras otak untuk menyelesaikan dua ujian,  yakni Ujian Akhir Sekolah Berstandard Nasional UASBN dan dilanjutkan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK.  Harusnya,  pekan ini mereka sudah menikmati akhir pelajaran di sekolah menengah atas. 

Akan tetapi, bagi sebagian besar siswa yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri,  masih harus mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Soal ujiannya untuk level ini terbilang sulit. Kalau gagal,  mereka akan ikut lagi Ujian Mandiri yang diselenggarakan masing-masing Perguruan Tinggi Negeri. 

Banyak siswa di Indonesia ingin masuk PTN,  sebab selain biayanya lebih terjangkau,  kualitas pendidikannya pun sudah terstandardisasi dengan baik. Ada grade A,  B dan C. Namum umumnya A dan B. Bagi siswa SMA dan SMK,  masuk diterima di PTN adalah idaman. Akan tetapi sayangnya,  nilai ujian saat mereka ikut UASBN dan UNBK tidak berlaku. 

Perguruan Tinggi Negeri menetapkan standard soal ujian yang sangat berbeda. Bahkan sering tidak masuk dalam pelajaran sekolah. Tampak sekali di sini,  ada missing link atau ketidak sambungan antara pendidikan di sekolah dengan pergurian tinggi. Ini jelas sangat disayangkan. 

Akhirnya muncul pertanyaan,  apa sesungguhnya goal atau standard pendidikan tingkat menengah atas tersebut. Di samping itu,  biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Walau biaya UASBN dan UNBK ditanggung negara,  akan tetapi uang tersebut berasal dari rakyat. Sedangkan untuk SNMPTN biayanya juga lumayan. Lalu ikut ujian Mandiri juga mahal.  Alhasil,  biaya yang dikeluarkan mahal dan tidak efektif. 

Sejatinya, kementerian pendidikan dan Kebudayaan bersinergi dengan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi untuk menkolaborasikan sistem ujian ini. Cukup satu kali ujian,  dan hasilnya dapat digunakan untuk acuan kelulusan dan sebagai referensi masuk perguruan tingi negeri. jangan sampai ada kesan,  kualitas pendidikan SMA dan SMK masih rendah,  sehingga nilai ujiannya tidak layak digunakan untuk seleksi pergurian tinggi negeri. Cukuplah tahun ini sebagai yang terakhir.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00