• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Hak Siar Asian Games 2018

23 February
08:29 2018
5 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Perhelatan besar pesta olahraga ASIA – ASIAN Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang Indonesia sudah semakin dekat. 

Persiapan sebagai tuan rumah, sudah jauh hari dipersiapkan dan tidak mudah mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah bukan hanya dalam kancah nasional, apalagi kancah regional ASIA apalagi internasional seperti Olimpiade.

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) membidik 20 negara menyiarkan secara langsung cabang cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Games ke-18 selama tiga pekan, menyusul hak siar yang telah diambil oleh enam negara Asia. 

Seperti dikatakan Ketua INASGOC – Erick Thohir, Negara yang sudah mengambil hak siar Asian Games 2018 ini, antara lain Qatar, China, Jepang, Taiwan, Filipina, dan India. Selain itu, ada negara-negara di Amerika Latin. Selain negara-negara Asia dan Amerika Latin, INASGOC juga membidik pasar penyiaran di Amerika Serikat, karena banyak penduduk asal Asia di Amerika Serikat.

China misalnya, dikabarkan telah mendaftarkan 300 wartawannya untuk meliput Asian Games, yang berlangsung 18 Agustus sampai 2 September 2018 ini. Bahkan mereka juga meminta ruang siaran seluas 1.000 meter persegi untuk membuat dua studio di International Broadcast Center (IBC). Jelas, ini memerlukan dana yang tidak sedikit.

Sudah dapat dipastikan, event olah raga seperti ini dibidik lembaga lembaga penyiaran di seluruh dunia, agar mendapatkan lisensi penyiaran melalui media khususnya televisi di Negara Negara yang pemirsanya gandrung dengan olahraga. Dan inilah kesempatan bagi panitia untuk memperjual belikan hak siar dengan berbagai alasan, yang jelas adalah sebagai kompensasi budgeting penyediaan sarana dan prasarana pendukung siaran.

Disatu sisi, memang lembaga penyiaran televisi baik tuan rumah maupun Negara Negara peserta event berupaya menyajikan tontonan terbaik bagi pemirsanya, dengan konsekuensi membayar hak siar yang tidak murah. Disisi lain, masih ada media yang bersif atauditif yakni radio yang tentunya juga tidak mau ketinggalan untuk menyiaran event olah raga besar, tetapi yakin juga budget yang tersedia tidak seperti yang dimiliki lembaga penyiaran audio visual apalagi pembiayaan mandiri alias swasta. Apalagi, penentuan pemegang hak siar dilakukan oleh panitia tersendiri yang notabene bukan oleh tuan rumah, yakni Dewan Olimpiade Asia (OCA), dengan berbagai persyaratan berstandar internasional.

Ketentuanitu, tentunya juga berlaku untuk tuan rumah Indonesia, dan yang mendapatkan hak siar penyiaran di televise adalah Elang Mahkota Teknologi – EMTEK Group, yang dikatakan juga akan menggandeng konsorsium televisi lain.

Sedikit lega ketika Direktur Penyiaran dalam Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Linda Wahyudi menyebut, pihak EMTEK salah satunya akan menggandeng TVRI untuk bersama menyiarkan event ASEAN GAMES 2018 yang berlangsung di negeri ini.

Bagaimana dengan Lembaga Penyiaran Radio, khususnya Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia,? Sebagai lembaga penyiaran public, tentunya RRI berkewajiban untuk ikut menyiarkan event tersebut, akankah RRI juga akan dikenakan biaya untuk ikut berperan, apakah ketentuan hak siar hanya untuk televisi atau juga untuk radio ? Bukankah RRI juga mendapatkan hak siar untuk sepak bola Piala Dunia di Rusia tanpa biaya.

Sejumlah kebijakan masih perlu diusahakan, baik kebijakan pemegang hak siar resmi, INASGOC, OCA maupun pemerintah.Prinsip pelayanan publik di negeri ini juga perlu diutamakan, semoga lembaga penyiaran radio di negeri tuan rumah penyelenggara ASEAN Games 2018 dapat ikut menyiarkan secara langsung event event tertentu yang memang digemari masyarakat, khususnya penggemar sepak bola.

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00