• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Perbedaan Pilihan Politik, Jangan Merusak Keutuhan Berbangsa dan Bernegara

9 January
07:55 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Perbedaan pilihan politik, dalam memilih pemimpin dalam Pilkada, harus kita hargai dan kita hormati. Termasuk pencalonan kandidat yang akan bertarung dalam Pilkada nanti. Kita harus menghindari saling menghujat, saling menyerang dan saling merendahkan. Termasuk tidak menyebarkan berita-berita bohong yang belum tentu kebenarannya. 

Mundurnya Azwar Anas, salah kandidat cawagub yang diusung PDI Perjuangan mendampingi cagub Jawa Timur Saifullah Yusuf, karena ada cara cara kotor yang dilakukan lawan lawan politiknya. 

Bupati Banyuwangi itu diserang di media sosial dengan menyebar foto yang mirip dirinya bersama seorang perempuan. Azwar Anas pun, akhirnya  mengembalikan, mandat sebagai calon Wakil Gubernur Jatim mendampingi Saifullah Yusuf kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri hari Sabtu 6 Januari 2018. 

Berkaca dari kasus tersebut, kita yang hidup di Negara Demokratis seharusnya menjunjung tinggi hukum dan menghargai setiap perbedaan dan pilihan politik.

Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan dan terakhir saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur, kembali mengingatkan kita semua, untuk tidak saling mengejek dan menjelek jelekkan karena perbedaan pilihan politik. Sebab perbedaan itu, adalah karunia yang diberikan Allah SWT, kepada bangsa Indonesia. Indonesia sampai hari ini tetap tegak, karena bangsa ini mampu mengelola dengan baik setiap perbedaan. 

Meski demikian, kondisi sekarang ini juga perlu dibarengi dengan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pilihan. 

Ekses negatif dari pemilihan langsung pejabat publik itu antara lain adalah munculnya upaya saling menjatuhkan oleh masing-masing pihak. Bahkan tidak sedikit fenomena saling hujat dan saling hina kita temukan sekarang ini di tengah masyarakat hanya karena perbedaan calon yang diusung.

Tindakan saling menghina, saling hujat, dan saling merendahkan bukan akhlak yang diajarkan oleh Islam. Setiap warga negara, yang hidup di negara demokratis, harus merdeka  menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab dan mandiri. Jangan mau diintimidasi maupun terintimidasi oleh kelompok-kelompok tertentu, walaupun berbeda pilihan, masyarakat Indonesia tetap bersaudara.

Prinsip ini penting untuk tetap menjaga keharmonisan dan persatuan bangsa. (RR/ARN)

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00