• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pertaruhan KPK dalam Kasus e-KTP yang Diduga Melibatkan Ketua DPR Setya Novanto

5 December
08:31 2017
2 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Publik masih menaruh harapan besar terhadap proses hukum kasus Setya Novanto yang berjalan di KPK , walaupun KPK kalah dalam praperadilan pertama. Dalam kasus e-KTP, KPK menduga Novanto bersama sejumlah pihak menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Kerja keras KPK menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka  dan menjebloskannya kedalam tahanan,  mendapat apresiasi yang cukup tinggi, dari masyarakat. Hasil polling yang dilakukan Puslitbang Diklat LPP RRI terhadap 600 responden pada tanggal 24, 25, 26 November 2017, hasilnya, sebanyak 42,03 persen menyatakan  tidak setuju kalau KPK dikatakan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Hanya 10,71 persen yang menyatakan setuju.

Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat  masih cukup tinggi terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum, khususnya lembaga Anti Rasuah KPK. Oleh karena itu, kasus Korupsi  proyek e-KTP yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto,  menjadi pertaruhan bagi KPK dan Institusi penegak hukum lainnya  untuk tidak bermain-main atau mempermainkan rasa keadilan masyarakat.

Kasus korupsi proyek e-KTP, satu diantara sekian banyak kasus korupsi yang mendapat perhatian dari masyarakat.  Bahkan masyarakat sangat meyakini,  Setya Novanto bersalah dalam kasus proyek e--KTP. Hasil poling Puslitbang Dikklat LPP RRI menunjukkan bahwa 48,50 persen masyarakat meyakini  Setya Nivanto bersalah dalam kasus proyek e-KTP. Hanya 5,64 persen yang menyatakan Setia Novanto tidak bersalah.

KPK  akan hadir dalam sidang lanjutan praperadilan melawan Ketua DPR Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, sudah ada putusan hakim untuk menggelar kembali sidang pada Kamis mendatang.

Kita semua berharap KPK mampu memenangkan prapradilan tgl 7 Desember 2017, jika KPK tidak ingin kehilangan muka untuk kali kedua dalam sidang Prapradilan penetapan tersangka Setya Nivanto. (RR/WDA)

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00