• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Islam di Indonesia, Islam yang Menghargai Toleransi dan Budaya Nusantara

2 December
08:22 2017
2 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Islam adalah agama Rahmatan lil alamin. Artinya Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Kenapa Islam menjadi rahmat bagi semesta alam, karena Islam menerima perbedaan, toleransi dan budaya yang bekembang di Nusantara.

Toleransi yang tinggi yang ditunjukkan Islam di Indonesia, dipengaruhi oleh ajaran Islam yang dibawa masuk pertama kali ke Indonesia, oleh para pedagang dari Gujarat, India, persia dan Cina. Islam yang mereka bawa ke Indonesia, Islam yang mengajarkan kebaikan, kedamaian dan toleransi, sehingga ajaran Islam dengan mudah diterima masyarakat di Nusantara.

Berbeda dengan Islam di negara-negara Timur Tengah. Walaupun didominasi kaum muslim, negara-negara di daerah itu kerap dilanda konflik. Suasana dan kondisi tersebut, menpengaruhi orang orang yang belajar di jazirah Arab, mereka mengajarkan Doktrin keras begitu juga dengan cita-cita Khilafah. Mereka begitu sering mempertajam perbedaan Mazhab. Mereka sering membodohkan golongan diluar golongan mereka. Mereka begitu egois dan memaksa agar pihak-pihak lain mengikuti Mazhab mereka.

Akibatnya, seringkali terjadi saling menguliti aib sesama saudara muslim yang jelas jelas jauh menyimpang dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW.

Mantan rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra mengatakan, Islam yang ada di Indonesia adalah Islam berkemajuan, yang sudah melebur dengan budaya-budaya nusantara. Ia mencontohkan, di bulan Ramadhan, muncul budaya yang bisa merekatkan persaudaraan seperti buka puasa bersama. Begitu juga dengan acara tahlilan, mudik lebaran.

Hal ini tidak terjadi di negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Fenomena tersebut, menunjukkan bahwa, Islam Indonesia adalah Islam yang melekat dengan budaya.

Sementara budaya Indonesia adalah toleran, tenggang rasa, mengalah dan sebagainya. Oleh karena itu, Indonesia dikenal sebagai model kerukunan hidup, baik antarumat beragama maupun intraumat agama.

Jadi apa pun agamanya, apa pun suku dan rasnya, kita harus kembali ke jati diri kita sebagai bangsa yaitu Pancasila. Jadilah orang Islam yang Indonesia, jadilah orang Hindu yang Indonesia, jadilah orang Kristen yang Indonesia yang teguh pada Pancasila. (RR/ARN)

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00