• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Satu PDP di Kota Palu Terkonfirmasi Positif Corona, Masyarakat Diminta Stop Sebar Berita Hoax

27 March
10:03 2020
0 Votes (0)

KBRN, Palu : Setelah sebelumnya pasien 01 dinyatakan negatif pada pemeriksaan awal, namun hasil pemeriksaan kedua, Kamis (26/3/2020) kemarin dinyatakan positif Corona, dan saat ini Dinas Kesehatan melakukan penjaringan terhadap orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien 01 yang diketahui berjenis kelamin perempuan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dokter Husaema kepada RRI mengatakan selain terpapar Virus Corona Pasien 01 juga diketahui memiliki riwayat penyakin kanker payudara yang diyakini memberi dampak besar terhadap penyebaran virus corona dan mengakibatkan pasien 01 kondisinya menurun.

“Memang terkonfirmasi positif satu orang, pasien 01, awalnya memang negatif setelah pemeriksaan kedua baru ada hasilnya hari ini positif. Pasien jenis kelamin perempuan ini juga menderita kanker payudara,” jelasnya, Jumat (27/3/2020). 

Tak lama berselang disampaikannya bahwa 1 PDP di Palu terkonfirmasi positif, sejumlah pesan singkat melalui jejaring sosial kembali beredar bahwa pasien 01 yang dinyatakan positif Corona meninggal dunia.

Menanggapi informasi tersebut Direktur RSUD Undata dr. Komang Adi Sp.Pd menegaskan bahwa kondisi pasien yang dirawat diruang isolasi RSUD Undata dalam kondisi baik dan stabil.

“Pasiennya dalam kondisi baik dan belum meninggal, jadi ya masyarakat janganlah menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya. Seperti berita sekarang ini selain menimbulkan kecemasan sama masyarakat juga berdampak sama pasien yang kami rawat. Jadi tolonglah stop berita yang tidak benar," terangnya.

Menyikapi semakin tingginya kekhawatiran masyarakat pasca adanya satu PDP yang positif Corona, dr Komang Adi Sp.Pd berharap hal ini dapat membuat masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya, dan untuk tetap di rumah saja menghindari penyebaran Virus Corona.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00