• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Harga Sembako Berangsur Turun, Bawang Bombai Meroket

27 February
22:08 2020
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Sempat mengalami kenaikan, harga sembako untuk komoditi cabe merah keriting dan bawang putih berangsur turun di Pasar tradisional di Kota Depok. Salah satunya di Pasar Agung yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Pantauan RRI, Kamis (27/2/2020) cabe merah keriting saat ini dijual rata-rata diharga Rp60 ribu per kilo gram. Sebelumnya, tepatnya dua minggu lalu, harga cabe merah keriting dan cabe rawit sempat mengalami kenaikan mencapai Rp80-100 ribu per kilo gram.

"Cabe udah turun, dua minggu lalu lah. Dari Rp100 an jadi Rp60 ribu per kilo gram nya," kata Ipo Marbun salah satu pedagang di Pasar Agung kepada RRI di lokasi.

"Dari pasar induknya kita beli Rp40 ribu per kilo gram nya. Dijual Rp60 ribu per kilo gram, dan Rp45 ribu kalau belinya banyak sekaligus," ujar Suri pedagang lainnya.

Selain cabe merah keriting, bawang putih juga mengalami penurunan di Pasar Agung. Suri menjual bawang putih biasa diharga Rp35 ribu per kilo gram, turun dari sebelumnya dia menjual bawang putih biasa diharga Rp50 ribu per kilo gram.

"Bawang putih sama turunya 15 hari yang lalu dari Rp50 ribu per kilo gram, jadi Rp35 ribu per kilo gram," kata Suri.

Ipo juga mengalami penurunan untuk harga bawang putih kanting. Dia menjual bawang putih kunting diharga Rp60 ribu per kilo gram, turun dari harga sebelumnya, Rp72 ribu per kilo gram.

"Bawang putih kanting juga turun, sama dengan cabe dua minggu lalu turunnya," tutur Ipo.

Namun, di tengah turunnya harga bawang putih dan cabe merah, harga bawang bombai malah meroket di Pasar Agung Kota Depok. Yakni diharga Rp70-80 ribu per kilo gram.

Biasanya, lanjut Ipo Marbun bawang bombai yang di import dari negeri ginseng itu dijual stabil di harga Rp20-25 ribu per kilo gram.

"Wah kalau bawang bombai naik terus sejak mencuatnya wabah Virus Corona. Biasanya kita jual Rp20 ribuan per kilo gram. Sekarang harganya Rp80 ribu per kilo gram," ucap Ipo.

"Ngga tau kenapa, apakah pemerintah menghentikan import atau apa, yang jelas di pasar induk, susah di dapat barangnya," tambah Suri.

Kenaikan, harga bawang bombai ini pun dirasakan langsung oleh Sumiati warga Sukmajaya, Kota Depok. Pedagang makanan kuliner soto betawi dan sop iga goreng di Pasar Agung ini mengaku harus rela merogoh kocek dua kali lipat lebih untuk membeli 1 buah bawang bombai.

"Biasanya kalau saya beli 1 buah buat penambah bumbu masak aja harganya cuman Rp3000 ribu. Sekarang naik jadi Rp7000 per buah," tutur Sumiati kepada RRI.

"Naiknya sampe 200 persen, katanya sih gegara Corona itu, jadi susah barangnya. Dibawa happy aja lah," imbuhnya.

Sebagai upaya untuk terus menurunkam harga cabe dan bawang putih di pasaran, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKPKP) melakukan operasi pasar cabe rawit keriting dan bawang putih ke pasar pasar tradisional.

Salah satunya ke Pasar Agung Kota Depok.

Sasarannya adalah para pedagang pasar, agar memasarkan cabe dan bawang putih dibawah harga pasaran saat ini.

BKPKP menjual cabe merah ke pedagang diharga Rp20 ribu per kilo gram dan pedagang menjualnya kembali ke pembeli diharga Rp25 ribu per kilo gram. Sedangkan bawang putih dijual ke pedagang diharga Rp25 ribu per kilo gram dan dijual kembali oleh pedagang ke pembeli diharga 32 per kilo gram.

"Betul, kemarin ada operasi pasar BKPKP ke pasar-pasar tradisional di Kota Depok. Diantarannya ke Pasar Agung, Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemirimuka. Tujuanmya untuk terus menekan harga pasaran cabe dan bawang putih," jelas Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok Anim Mulyana ketika di konfirmasi RRI.

Hanya saja, sambung Anim, kuota nya sangat terbatas yakni bawang putih sebanyak 200 kilo gram dan cabe rawit merah sebanyak 120 kilo gram, untuk tiap-tiap pasarnya.

"Sebenarnya di sambut baik oleh pedagang. Cuman memang kuotanya cuman segitu, pedagang kecewa," ungkap Anim.

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Mosita Dwi Septiasputri

    Mositadwis@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00