• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Jateng Gulung 7 Pabrik Pupuk Palsu di Wonogiri dan Gunung Kidul

27 February
22:08 2020

KBRN, Wonogiri : Tim Polda Jawa Tengah membongkar tujuh pabrik pupuk palsu di Wonogiri dan Gunung Kidul, DIY.

Enam tersangka yang merupakan pemilik pabrik dan petugas pemasaran berhasil diamankan.  

Para tersangka diduga telah memproduksi dan mengedarkan pupuk palsu di Jateng dan Jawa Timur (Jatim) hingga mencapai ratusan ton.

Mereka adalah Teguh Suparman, warga Belik Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pemilik satu pabrik di Pracimantoro, dan Farid Giri Saputra, warga Blindas, Desa Pracimantoro, pemilik tiga pabrik.

Tersangka lainnya, adalah Arkhaa Aditia Ristianto, warga Munggur, Ngipak, Karangmojo, Gunung Kidul, Sugito warga Asem Lulang, Sidorejo, Ponjong, Gunung Kidul, dan Achmad Yani, warga Sidokumpul Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Masing-masing dari mereka merupakan pemilik pabrik pupuk palsu di Gunung Kidul. Satu tersangka lain, yakni Suparlan, warga Jaten Desa Ponjong, Gunung Kidul, sebagai petugas pemasaran pupuk palsu milik Achmad Yani.

Para tersangka tersebut dihadirkan dalam jumpa pers di tempat produksi pupuk palsu milik Teguh di Dusun Pule Kelurahan Gedong, Pracimantoro, Kamis (27/2/2020).

Jumpa pers dipimpin langsung Kapolda Jateng Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel bersama Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Wihastono, dan Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Kapolda Jawa Tengah menyebut barang yang diproduksi pelaku adalah benda padat berbentuk butiran menyerupai pupuk SP-36 dan NPK.

“Mereka memasarkannya dengan memberi merek seperti layaknya pupuk yang diproduksi PT Petrokimia Gresik,” ungkapnya.

Berdasar hasil tes laboratorium sampel diduga pupuk palsu, kandungan zatnya jauh di bawah batas minimal pupuk asli.

Kapolda Jawa Tengah itu juga menyampaikan, pupuk palsu kami pertama ditemukan kelompok tani di Kabupaten Klaten.

Setelah Polres Klaten membawa pupuk tersebut ke laboraturium, diketahui bahwa pupuk tersebut jauh di bawah standar.  

Pihaknya mengaku prihatin atas adanya pupuk palsu yang diproduksi di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.  

“Oleh karena itu kami menghimbau kepada para petani untuk lebih hati-hati dengan mengetahi ciri2 pupuk palsu.  Satu diantaranya ciri2 yang mudah dikenali adalah pupuk palsu lebih lengket, dan kemasannya pun berbeda dengan yang asli,” pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00