• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Penataan Empat Stasiun Oleh MRT-KAI Menuai Respon Positif

27 February
21:28 2020

KBRN, Jakarta : PT MRT bersama PT KAI dan Pemprov DKI Jakarta (PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek) melakukan penataan empat stasiun dalam rangka menjaga kenyamanan dan keindahan ibukota, mulai Maret 2020.

Keempat stasiun tersebut adalah, Stasiun Juanda, Stasiun Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman. 

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan pihaknya prihatin dengan salah satunya, kondisi Stasiun Tanah Abang. Hal itu karena, saat jam sibuk ataupun tidak, kemacetan selalu saja terjadi dikawasan deket Stasiun Tanah Abang.

"Kebetulan saya familiar dengan Stasiun Tanah Abang. Anda pengguna KRL, ada lahan kosong disana, coba lihat ojol (ojek online) ada disitu, Transjakarta juga disitu, mikrolet juga disitu, belum lagi lalu lalang warga berbelanja.Inilah titik point kemacetan.Jadi terkadang dijam sibuk atau tidak,maka area Stasiun Tanah Abang akan macet. Nah, apa yang dilakukan, kita bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, KAI dan Pemprov DKI untuk menggarap traffic keluar masuknya penumpang dilahan kosong dan ada kantor camat yang juga nantinya dikosongkan lalu, kita manfaatkan untuk kenyamanan disekitar area itu," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, William dihadapan Radio Republik Indonesia (RRI) dan awak media lainnya di kantor MRT Jakarta, Kamis (27/2/2020).

"Upaya fisik, tetapi upaya merubah perilaku juga harus didorong dari masyarakat sekitar.Maka nya kita bekerja sama dengan KAI, perilaku penumpang KRL menjadi keutamaan. jadi setelah para penumpang turun dari stasiun Tanah Abang lalu,mereka sudah langsung tahu aturannya,kalau mau menggunakan moda transportasi selanjutnya transjakarta maka ia harus lewat sini, lalu kalau pesen ojol (ojek online) adanya disana," ajakan William P Sabandar kepada masyarakat ibukota untuk sama-sama menegakkan budaya tertib.

Sambutan positif disampaikan PT KAI yang menilai komitmen bersama dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat luas di Jakarta, khususnya diarea stasiun harus didukung seluruh stakeholder terkait, termasuk seluruh warga Jakarta nantinya.

"PT KAI berkomitmen untuk mendukung program pemerintah terkait integrasi antarmoda, dalam hal ini kami berkerjasama dengan pemprov Dki dan MRTJ melakukan penataan kawasan untuk integrasi dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI di beberapa Stasiun Integrasi. Komitmen tersebut merupakan bentuk pelayanan kami kepada seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi khususnya pengguna kereta," kata Dadan Rudiansyah, Kepala Daerah Operasi 1 Jak PT KAI dalam keterangan kepada RRI.

Terpantau tanggal 10 Januari 2020, PT KAI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menandatangani “Perjanjian Penataan Stasiun Terintegrasi antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero)”. 

Selanjutnya, menindaklanjuti penandatangan tersebut, Jumat 21 Februari 2020 telah dilakukan Penandatangan Kerja Sama (PKS).“Pemanfaatan Lahan Guna Penataan Kawasan Integrasi Antar Moda” antara PT KAI yang diwakilkan oleh Dadan Rudiansyah selaku Executive Vice President Daop 1 Jakarta, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diwakilkan oleh Hari Nugroho sebagai Kepala Dinas Bina Marga.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kemudahan transportasi bagi warga ibukota. Dengan target utama tetap mengedepankan kepentingan publik, yang mencakup kenyamanan dan keamanan pengguna transportasi.

Termasuk jaminan kenyamanan untuk berbisnis bagi Ojek Online (Ojol), Ojek Pangkalan (Opang), Pedagang Kaki Lima (PKL) tetap aman, dan program pemerintah dapat berjalan secara efektif, efisien sesuai prosedur.

Pengguna KRL hingga para pelaku bisnis, seperti Ojek Online dan Ojek pangkalan (Opang) merespon baik terkait rencana ini saat ditemui RRI disekitaran Stasiun Tanah Abang. " Yaa silakan saja, tapi jangan sampai merugikan kita orang bawah,pak. Semoga kita masih diberikan tempat untuk cari rejeki. Karena saingan kita saat ini ojol," sapa tukang ojek pangkalan yang tidak mau diketahui identitasnya.

"Semoga saja lebih teratur kedepannya disekitaran Stasiun Tanah Abang," ujar Dendi sebagai salah satu ojek online. 

"Kalau saya biasa menggunakan KRL maka, adanya rencana penataan diempat stasiun termasuk Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Juanda sangat mendukung sekali.Semoga kedepannya tidak macet dan semrawut,apalagi kalau jam-jam sibuk," tutur Ari pengguna KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Bogor.

(Keterangan Foto : Dok.RRI)

00:00:00 / 00:00:00