• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

WALHI : Banjir Jakarta Ada Faktor 'Dosa' Masa Lalu

27 February
20:13 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan, persoalan banjir Jakarta yang tidak kunjung terurai, karena sejak zaman dulu kawasan penting sebagai daya tampung dan daya dukung hidup, secara masif sudah disalahfungsikan.

"Ini secara masif terjadi antara 90 an sampai 2007, itu terjadi alih fungsi. Yang pada saat itu kebijakan tata ruang kita, memperuntukkan kawasan untuk kawasan penting daya dukung dan daya tampung hidup, itu dialihfungsikan menjadi kawasan terbangun, dan itu diizinkan pemerintah, itu menjadi soal," jelas Tubagus pada Pro3 RRI Kamis (27/2/2020).

Sehingga kata Tubagus, dari tahun 2007 ke atas, ruang hijau di Jakarta tidak lebih berjumlah hanya 10 persen saja. Dimana ruang jihau yang menjadi standar adalah diangka 30 persen.

"Sampai saat ini, pemerintah DKI juga tidak mampu memenuhi atau pengatasi hal-hal tadi. Perlu diketahui, ruang hijau seperti rawa, itu kemudian diputihkan oleh kebijakan pemerintah pada saat itu, dengan alasan keterlanjuran. Itu sejarah singkat secara kontemporer," sebutnya.

Namun menurut Tubagus, sejak tahun 70 an dan 80 an, kondisi Jakarta memang sudah sangat semberaut. Hal itu terjadi karena dalam kondisi harga tanah yang begitu tinggi, namun tanpa ada aturan, program pembangunan terus dilakukan.

"Kita tahu pertumbuhan Jakarta tidak terkontrol. Kewajiban pemerintah untuk mewajibakan pemukiman warga itu tidak dilakukan. Sekarang karena kesalahan di masa lalu, pemerintah juga menjadi tidak mampu memenuhinya," ujarnya.

Tubagus menilai, meski pemerintah melakukan perbaikan dengan memperbaiki sistem draenase, penganggulangan banjir tidak akan begitu signifikan teratasi.

"Kalau kita lihat sistem perbaikan, ini tidak akan bisa signifikan. Mengurangi ya, tapi tidak akan signifikan," pungkasnya. (Foto : Ant)

00:00:00 / 00:00:00