• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

BMKG: Potensi Hujan di Jabodetabek Diprediksi Masih Terjadi

27 February
19:44 2020

KBRN, Jakarta : Meskipun Siklon Tropis Ferdinan dan Siklon Tropis Ester sebagai pemicu cuaca ekstrem di Jabodetabek terpantau melemah, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memprediksi hujan masih akan terjadi.

"Masih dapat dimungkinkan, tinggal durasinya yang berbeda dari yang sebelumnya. Durasi tidak akan lebih dari lebih dari lima jam. Kondisi ini kurang dari tiga jam, artinya potensi lebat masih dapat terjadi, tapi durasinya berkurang," jelas Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Harry Tirto Djatmiko pada Pro3 RRI, Kamis (27/2/2020).

Harry menyebut, potensi hujantersebut terjadi pada waktu yang bervariasi, namun didominasi pada dini hari. Hal itu tidak terlepas dari ciri-ciri hujan yang berada bulan puncak musim hujan.

"Potensi terjadi bervariasi, lebih banyak dari malam sampai dini hari dan menjelang pagi," ujarnya.

Khusus di Jabodetabek kata Harry, potensi hujan memang terpantau agak sedikit menurun. "Tiga hari ke depan Jabodetabek tidak seperti yang sebelumnya. Tren hujan secara akumulatif menurun. Hujannya dengan intensitas ringan hingga sedang," katanya.

Sebelumnya Harry menyebut, Siklon Tropis Ferdinan dan Siklon Tropis Ester sebagai pemicu cuaca ekstrem di Jabodetabek terpantau sudah melemah.

"Siklon tropis tersebut posisinya berada di Samudera Hindia, sebelah Barat Australia. Pergerakannya menjauhi wilayah Indonesia. Kondisi saat ini diperkirakan dia akan melemah sampai awal Maret. Sekitar tanggal 1 akan melemah," jelas Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Harry Tirto Djatmiko pada Pro3 RRI, Kamis (27/2/2020).

Untuk Siklon Tropis Ester kata Harry juga terpantau menjauhi Indonesia. "Saat ini ester sudah melemah, dan posisinya yang terkini di Australia bagian Utara, sekitar Darwin," pungkasnya. (Foto : Ant)

00:00:00 / 00:00:00