• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Kampus Merdeka Untag Terapkan Pembelajaran Lintas Jurusan

27 February
10:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Untag Surabaya berhasil menerapkan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarin tentang ‘’Kampus Merdeka’’. Salah satunya adalah pembelajaran lintas jurusan yaitu prodi Ilmu Komunikas dengan Teknik Informatika, yaitu mata kuliah data science for communication yang wajib diambil oleh mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi FISIP angkatan 2020. 

Dalam hal ini, AAI Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom., Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi mengatakan, mengenai kebijakan tersebut ia rasa adalah local wisdom dari Indonesia sendiri. 

"Saya sangat sepakat dengan kebijakan ini, tetapi dalam prakteknya akan butuh penyesuaian-penyesuaian karena konsep kita selama ini adalah schooling, dimana lebih ketat ke administratif. Tetapi pembelajaran dengan kampus merdeka esensinya lebih ke mahasiswa," terangnya, Kamis (27/02/2020). 

Ia menambahkan, bahwa Ilmu Komunikasi sebenarnya, merupakan disiplin ilmu yang banyak, yang terdiri dari berbagai ilmu walaupun akarnya adalah ilmu sosiologi. Tetapi ketika sudah memasuki era kemajuan teknologi mau tidak mau ilmu komunikasi secara nature harus ikut bergerak. 

"Kajian Ilmu Komunikasi diantaranya adalah tentang broad casting, public relation (PR), ilmu komunikasi politik dan new media pasti akan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jadi mata kuliah baru data science for communication dimunculkan salah satunya untuk mangakomodir hal itu," paparnya.

Wanita yang pernah menjadi Kabag Humas itu menyampaikan bahwa teknologi media juga akan menentukan atau mempengaruhi pesan seperti apa yang harus disampaikan melalui media tersebut.

"Prinsip sebenarnya bukan mengejar kemajuan, tetapi kita merasa perlu mengetahui bagaimana data science itu bisa bermanfaat untuk publik. Karena tugas ilmu komunikasi pertanggung jawabannya ke publik. Ketika data begitu banyak, cara untuk mengolahnya diperlukan data science untuk pertanggungjawabannya ke publik, sehingga kita perlu mempelajari Information Technology atau IT," ujarnya.

Selain data science sendiri, Vika mengatakan ke depannya akan bekerja sama dengan Fakultas Sastra. Karena menurutnya komunikasi tidak bisa dipisahkan dengan bahasa. Bagaimana mengemas pesan tampil bagus menggunakan bahasa yang baik, kemudian bukan hanya baik saja tetapi juga benar, dan lebih lanjut tidak hanya benar tapi juga etis. 

Ia berharap mahasiswa akan semakin ‘’happy’’ belajar. Bukan karena sekedar memenuhi tuntutan orang tua atau untuk memenuhi tuntutan status sosial, tetapi benar-benar untuk belajar dan kampus menyediakan fasilitas yang diperlukan. 

"Jadi mahasiswa benar-benar mendapatkan benefit dari program Mendikbud yang baru,"paparnya.    

Sementara itu, Supangat M.Kom., I.T.I.L., C.O.B.I.T., dosen pengampu mata kuliah tersebut menjelaskan, data science adalah salah satu disiplin ilmu yang secara khusus mempelajari soal data terutama data kuantitatif atau data numerik. Secara umum data science adalah penggalian atau bisa juga disebut mengekstrak data agar dapat difilter serta didapatkan data yang benar untuk menghasilkan produk data yang sebenar-benarnya. 

"Saya rasa mata kuliah ini bisa diajarkan dalam studi ilmu komunikasi, karena dengan data science dapat mengetahui bagaimana pengelolaan data yang begitu banyak sehingga dapat bermanfaatkan ke masyarakat dan bisa dipertanggungjawabkan ke publik secara benar,’" tutur Supangat.

Sedangkan untuk proses pengajarannya, dosen Teknik Informatika tersebut menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (e-learning), karena dirasa akan lebih mudah dan efisien serta akan menguntungkan kedua belah pihak baik dari dosen atau pun mahasiswa itu sendiri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00