• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Minimnya Koordinasi Pusat dan Daerah, Jadi Biang Kerok Banjir

26 February
19:32 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah menilai lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menjadi biang banjir masih tidak bisa dikendalikan.

"Pemerintah pusat sudah berjanji sejak banjir 1 Januari, harusnya sudah ada actionnya. Sampai hari ini kan tidak ada action apa-apa," kata Trubus pada Pro3 RRI Rabu (26/2/2020).

Artinya kata Trubus, tanpa adanya koordinasi itu, maka persiapan menghadapi banjir juga menjadi sangat tidak optimal.

"Artinya dalam kondisi cuaca yang curah hujan tinggi, tidak ada persiapan yang optimal, menyebabkan kemudian air tidak tertampung, tidak tertangani dengan baik. Apakah itu persoalan drainase yang tidak dioptimalkan, peresapan air juga tidak berjalan optimal, dan masyarakat yang juga sebagian kurang kesadaran dalam menghadapi banjir ini," ujarnya.

Sehingga tambah Trubus, muncul kesimpulan dari publik bahwa ada pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengantisipasi persoalan banjir. 

"Memang seperti ada pembiaran di situ, yang seharusnya bisa diantisipasi. BMKG sudah memberikan prediksi cuaca, tetapi tidak ada langkah-langkah oleh pemerintah daerah dan pusat. Tentu menjadi perhatian publik, kemudian memberikan tekanan pada pusat dan daerah untuk berkoordinasi, sehingga tidak menjadi saling menyalahkan," pungkasnya. (Foto : Ant)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00