• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Warga Mengeluh Lantaran Banjir Jakarta, Sudah Lapor Tapi Tak Digubris

26 February
15:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Banjir yang menyelimuti Jakarta beberapa hari ini, rupanya menyulutkan keluhan warganya atas lambannya kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi banjir di ibukota. Kepada RRI, Rabu (26/2/2020), seorang warga dari Kayu Putih mencurahkan segala keluh kesahnya dimana dirinya telah melaporkan kondisi yang kurang baik di lingkungan rumahnya supaya tidak terjadi banjir kelak.

Warga yang bernama Taufik itu mengatakan bahwa kondisi kurang baik itu disebabkan adanya proyek betonisasi yang tertinggal hingga Desember. Akibatnya air yang dahulu hanya akan mengalir di kali, kini mampu membasahi jalanan warga hingga membanjirinya.

"Awalnya bulan November 2019, sekitar pertengahan ke akhir bulan ada pekerjaan di bantaran kali yang memisahkan JL Kayu Putih selatan dan JL Pulo Asem Utara Raya, saya liat pekerjaan itu lebih ke arah betonisasi dinding kali dengan menggunakan batu kali, dan hal itu saya lihat setiap hari karena adanya tumpukan batu kali, pasir dan semen yang memakan satu lajur jalan tersebut sepanjang bantaran kali tersebut, namun sayaengga menemukan sama sekali pekerjanya," ungkapnya kepada RRI, Rabu (26/2/2020).

"Saya liat setiap hari karna saya tiap (berangkat) kerja lewat situ, nah pada saat pertengahan bulan Desember pekerjaan itu berangsur-angsur selesai. Nah yang jadi pertanyaan adalah banyaknya timbunan puing yang ada di dalam kali tersebut, sehingga debit air yang dulu tidak pernah setinggi itu, sekarang naik lebih tinggi," imbuhnya.

Ia pun melanjutkan, untuk menjawab rasa penasarannya, dirinya langsung melaporkan hal tersebut lantaran banjir besar yang melanda kediamannya awal tahun baru ini. Dirinya meyakini bahwa daerah tersebut belum pernah mengalami banjir, sehingga rasa kaget, bingung, dan stress dialami dirinya karena tidak ada persiapan apapun.

"Nah setelah kejadian banjir itu saya langsung lapor di situs lapor.go.id dengan no laporan #5205087 dan masuk ke situs http://pengaduanwarga.jakarta.go.id/report/LP000029166 milik Pemprov, setelah beberapa hari saya tunggu respon barulah tanggal 14 Januari 2020 didisposisi ke Dinas SDA dan tgl 15 Januari 2020 di TL di lapangan, namun faktanya tidak ada sama sekali pekerjaan itu," tuturnya.

Sayangnya, ia melihat yang dilaporkan dan yang ditindaklanjuti tidak sesuai, dan kali yang ditindaklanjuti oleh dinas terkait terlihat bukan kali yang hasil proyek betonisasi tersebut. Hingga saat ini proyek betonisasi tidak jelas penyelesaiannya, pekerjanya tidak ada, alat escavatornya yang terkadang ada dan tidak ada. Bahkan sisa-sisa material seperti batu kali, semen dan pasir ada yang tersisa seperti tidak ada monitoring dari pemerintah. Bahkan pada anggal 25 Februari 2020 dan 2 hari lalu di 23 Februari 2020 rumahnya masih kebanjiran dan tidak ada satupun alat berat atau pekerjaan untuk mengangkat puing atau sedimen atau apapun itu dari dalam kali untuk normalisasi sehingga jadi banjir kembali.

"Ini pertama kali dalam 25 tahun saya tinggal di rumah orang tua, tepatnya di Jl. Kayu Putih Selatan IIID, Jakarta Timur, terkena banjir yang diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi, nah pada tahun 2020 awal, tepatnya tanggal 1 Januari 2020 pertama kalinya banjir masuk ke dalam rumah setinggi betis orang dewasa, dimana dulu engga pernah sama sekali mau banjir 5 tahunan atau 10 tahunan itu rmh saya tidak pernah masuk (banjir), paling parah cuma sampe pagar dan yaudah hujan reda langsung surut," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00