• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menko Perekonomia: RUU Ciptaker untuk Jutaan Pengangguran

26 February
12:18 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto  menjelaskan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) dibuat untuk memberikan kesempatan yang luas bagi jutaan pengangguran di Indonesia mendapatkan pekerjaan.

Hal itu dia jelaskan di hadapan perwakilan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) serta perwakilan pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Fraksi Golkar. 

"(RUU) Cipta Kerja adalah job creation. Bagaimana menciptakan kerja. Siapa yang cipta kerja. Ini proses utamanya adalah penciptaan," katanya di Ruang Rapat Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Lebih lanjut Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan bahwa, saat ini ada lebih dari 7 (tujuh) juta warga Indonesia yang belum beruntung karena masih menganggur. Nah, salah satu tujuan dari penyusunan RUU Ciptaker adalah memberikan kesempatan kerja bagi mereka.

"Kita punya pengangguran 7 juta, (RUU Ciptaker) menciptakan kerja untuk 7 juta ini," jelasnya.

Caranya adalah dengan menciptakan ekosistem perekonomian yang ramah bagi para investor.

"Investasi ini bisa dilakukan oleh orang per orang, usaha kecil menengah. Warung bakso yang pekerjakan 2 orang itu UMKM. Yang jualan warung adalah investor yang memperkerjakan 4 sampai 5 orang. Restoran memperkerjakan beberapa orang. UMKM memperkerjakan banyak orang. Karena pekerja di Indonesia itu 90 persen usaha kecil dan menengah. Nah itu yang juga utama dalam omnibus law," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00