• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Komisi D DPRD DKI: Gubernur Selama Banjir Tidak Lakukan Apapun

26 February
09:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Banjir di DKI Jakarta dari mulai tanggal 17 Desember 2019 lalu sampai hari ini sudah terhitung ada 9 kali banjir. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta sekaligus Politikus PDIP, Ida Mahmudah, menilai Gubernur DKI Jakarta selama menjabat tidak pernah melakukan apa-apa selama banjir.  

"Yang dibutuhi itu solusi mengenai tanggapan bencana banjir ini, Gubernur sendiri sudah beberapa survey ke beberapa pintu air tetapi tidak ada solusi yang diberikan, hanya memberikan komentar saja," kata Ida Mahmudah kepada RRI, Rabu (26/02/2020). 

Menurut sebenarnya masyarakat DKI Jakarta ini tidak membutuhkan komentar yang berlebihan tentang banjir ini, tetapi mereka ingin Gubernur DKI Jakarta memberikan action untuk bagaimana lagi menangani agar tidak banjir lagi dalam waktu ke depannya. 

Selain iyu yang diharapkan masyarakat dalam bantuan itu bukan ketika setelah banjirnya saja baru ada bantuan posko dan sebagainya. Tetapi sebenarnya yang diharapkan masyarakat itu malah pencegahannya agar tidak ada banjir.

"Karena banjir itu bagi masyarakat banyak itu capek, karena harus bersih-bersih rumah maka dari itu harus cari solusinya agar tidak banjir, karena Gubernur juga tidak melakukan apa-apa selama banjir," jelas Ida. 

Maka dari itu pihaknya meminta kepada Pemda agar diadakannya perubahan, buka lagi berfikir membantu setelah banjir, tetapi berfikir untuk bagaimana masyarakat tidak terkena banjir.

Beberapa waktu lalu Anies pernah melontarkan pernyataan tentang banjir yang disebabkan oleh kiriman dari Bogor. Dan Anies menyatakan juga bahwa tugas tersebut termasuk wewenang pusat dan bukan lagi tugas DKI.

"Hujan kemarin itu bukan karena kiriman air dari mana pun dan BMKG sendiri juga mengatakan tidak ada ROB," jelasnya.

Mengenai hal itu kesimpulan yang ada bahwa  banjir kemarin itu merupakan murni banjir lokal dari hujan yang ada di DKI Jakarta, bukan kiriman dari Bogor atau mana pun.

"Jadi artinya jangan menyalahkan sesuatu untuk melemahkan diri kita, seperti menyalahkan pusat atau laut," jelasnya kembali.

Pusat sendiri sudah menyiapkan dua waduk besar pada akhir tahun ini. Dan ia berharap ke depannya tidak ada lagi usaha untuk mengadu domba antara rakyat dan pusat. 

Setelah banjir pada tanggal 17 Desember  2020 lalu, DPRD sendiri sudah melalukan rapat dengan dinas terkait hal tersebut. Memang dari hasil rapat tersebut belum ditemukan persiapan apapun, hanya saja rapat tersebut mendapatkan solusi dalam perbantuan setelah banjir bukan dengan mencegah seblum banjir.

Ada juga terdengar kabar ketika banjir pemerintah sendiri sudah mengeluarkan dana sebesar 57 miliar rupiah. Sampai saat ini pun pemerintah hanya membuat trotoar saja tanpa membuat saluran penyerapan airnya.

"Saya berharap agar waduk RiaRio dibersihkan yang selama ini dianggurkan dan berharap agar Pemda tidak lagi hanya memberikan bantuan kepada korban banjir, tetapi cari solusi agar tidak banjir," pungkasnya. (foto:istimewa)

00:00:00 / 00:00:00