• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Anies Baswedan : Banjir Jakarta Air Lokal Bukan Kiriman Karena Tidak Bergolak

25 February
20:03 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Banjir Jakarta sudah memasuki level terburuk dalam 20 tahun terakhir. Banyak wilayah yang dulunya tidak pernah tergenang air, atau daerah yang dulunya tergenang namun sudah bagus, akhirnya sekarang sama-sama kebanjiran dengan tinggi muka air yang mengerikan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pagi tadi sudah meninjau Posko Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat. Kepada wartawan Anies mengatakan, sejak pukul 05.50 WIB sampai 06.00 WIB Pintu Air Manggarai sempat berstatus Siaga 1. Tapi akhirnya berangsur turun hingga Siaga 2.

"Sejak tadi malam sampai dini hari Jakarta alami banjir. Lebih dari 200 Rukun Warga (RW) terdampak. Kami dari Pemprov DKI Jakarta menyiapkan semua sumber daya, personalia, alat-alat dan segalanya untuk membantu masyarakat dari mulai evakuasi, pembangunan pos pengungsian, pos kesehatan dan kebutuhan logistik, kebutuhan-kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, kontak kami di 112 atau datang langsung ke kelurahan terdekat, kami akan membantu," kata Anies kepada wartawan di Posko Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020).

Anies juga menginformasikan bahwa sudah tidak ada lagi tumpukan sampah menggunung di Pintu Air Manggarai, karena sudah dibersihkan oleh petugas dari Sumber Daya Air (SDA) untuk memastikan tidak ada hambatan bagi air untuk terus mengalir.

Anies berpendapat, status Siaga 1 dari Pintu Air Manggarai bukan disebabkan banjir kiriman. Akan tetapi menurutnya ini air lokal. Tandanya air lokal adalah tidak bergolak airnya, sehingga ia memastikan itu bukan air kiriman. Dan hingga mencapai Siaga 1 artinya memang debit air lokal ini besar.

"Sudah, sekarang konsentrasi penanggulangan di masyarakat. Semua Sumber Daya Manusia sudah diturunkan, semua kegiatan Pemprov saat ini di lapangan. Konsentrasi kepada penanggulangan. Tidak rapat-rapat dulu, semua fokus di banjir," ujarnya menambahkan.

Anies juga mengingatkan warga Jakarta bahwa banjir pastinya akan terus datang hingga Maret 2020 mendatang. Karena itulah ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa cuaca ekstrem akan terus sampai Maret nanti.

"Jadi kami (Pemprov DKI) fokus hadapi banjir," tutup Anies.

00:00:00 / 00:00:00