• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Generasi Milenial Dilatih Agar Bisa Memadamkan Karhutla

25 February
18:01 2020

KBRN, Pekanbaru : Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak), Selasa (25/2/2020) diilatih agar bisa melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan penanggulangan kebakaran gedung yang ditaja Unilak bekerjasama dengan Polda Riau dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Manager Fire Free Village PT RAPP, Sailal Arimi kepada RRI sebelum dialog "Kentongan" menjelaskan pelatihan sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi bencaka Karhutla.

"Berkerja sama dengan banyak kampus. Alasannya bahwa kampus mempunyai Tridarma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat. Selain itu, RAPP juga telah menginvestasikan 10 juta USD untuk penanganan Karhutla, itu adalah bentuk partisipasi dan diprioritaskan untuk pencegahan. Salah satu program RAPP adalah program desa api, yang melakukan analisa dengan resiko api di desa-desa," jelasnya. 

Dikatakan, program pertama RAPP adalah Reward, jika desa dalam musim panas tempo 3 bulan, tidak ada api akan di reward 100 juta dalam bentuk kegiatan pembangunan didesa. Apabila tetap ada kebakaran tapi tidak sampai 2 hektar diberi reward 50 juta. 
 
"Program kedua adalah data yang rawan kebakaran, akan di data masyarakat yang bekerja dan program ketiga, menghimbau mereka untuk membuka lahan tanpa membakar, kami membantu buka lahan tanpa cara membakar," tambahnya. 

Sedangkan program keempat adalah peduli terhadap masyarakat, dengan turun langsung untuk menghimbau bahaya karhutla. 

“Kami lihat tiap desa mempunyai antusias tentang pencegahan api. Kami sekarang menjadi pioneer, aliansi desa bebas api, kami berkomitmen tidak ada api radius 30 km,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution mengatakan Riau memiliki lahan yang 57 persen diantaranya adalah gambut. Hal ini membuat potensi kebakaran di Riau menjadi tinggi. 
 
"Kedepan harus mengantisipasi agar karhutla tidak berulang ulang terjadi. Pemprov Riau sudah berkoordinasi dengan Satgas terkait, termasuk Polda Riau yang telah mempunyai gagasan baru. Melalui Dashboard Lancang Kuning kita bisa memprediksi titik api yang timbul," ucapnya. 
 
Karhutla tidak mengenal batasan, dan penyelesaian bencana asap tidak bisa diselesaikan hanya satu pihak. Petuga tidak hanya berupaya, seperti yang disampaikan Kapolda dan pihak PT RAPP. 
 
“Titik api di Riau lebih rendah. Yang tinggi itu titik api dari Sumsel dan Jambi. Tapi pergerakan angin dari Selatan sampai Ke Jambi, begitu sampai ke Riau, angin itu membelok dan berhenti di Riau. Akibatnya titik api kita sedikit tapi asap di Riau lebih banyak. Ini tidak mudah kita beri pemahaman, namun itu faktanya,” ujar Edi Natar.

Disisi lain, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi SH SIK mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan dikampus Unilak Riau jalan Yos Sudarso, Umban Sari, Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru.
 
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung menyampaikan terimakasih atas kesiapan relawan dari unsur mahasiswa dan security kampus Unilak untuk menjadi contoh bagi yang lain. Saat ini ada 11 titik api secara nasional. Namun di Riau hanya ada 6 titik yakni di Rupat Selatan dan Utara, selanjutnya Meranti. 
 
“Relawan sudah terjun untuk melakukan pemadaman, dan kami tidak akan membiarkannya, kami akan temani” ujar Agung. 
 
Sedangkan DR Junaidi selaku Rektor Unilak dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PT RAPP karena telah memfalisitasi kegiatan ini. Kegiatan ini sangat berguna untuk mewujudkan MoU yang telah ditanda tangani oleh Unilak dan Kapolda Riau dalam penanggulangan karhutla. 
 
"Kami mendukung pencegahan Karhutla dengan harapan ada relawan dari Unilak dalam penanggulangan Karhutla," katanya.

00:00:00 / 00:00:00