• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tak Ada Kejelasan dari Pusat, Keluarga Harap Pemda Bantu Kepulangan Kru Diamond Princess

25 February
00:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pandeglang : Keluarga Dede Samsul Fuad, seorang WNI asal Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess, masih berharap cemas. 

Hingga kini, belum ada kepastian kapan Dede akan dipulangkan ke Indonesia. Padahal, Dede dan beberapa WNI lainnya yang menjadi kru di kapal mewah tersebut sudah dinyatakan negatif corona.

Baca juga: Kru Diamond Princess Asal Pandeglang Minta Segera Dijemput Pemerintah RI

Kakak Dede, Meisaroh Putri Utami mengungkapkan, selama ini, pihak agensi yang membawa dede melaut bersama Diamond Princess, PT. Alpha Magsaysay Jakarta dan pihak Kementerian Luar Negeri sering memberi kabar terbaru tentang kondisi fisik Dede. 

"Cuma ada informasi dari PT. agensi dan Kemenlu kasih tahu kondisi Dede selama karantina tapi tidak ada informasi kapan kepulangannya. Ini juga kami masih menunggu," katanya saat dihubungi RRI, Senin (24/2/2020).

Padahal Meisaroh menjelaskan, pihak keluarga sudah amat menanti kepulangan Dede dalam pelukan hangat keluarga. Terlebih kondisi di tempat Dede berada saat ini pun belum kondusif. Hal itu menimbulkan perasaan cemas dan khawatir dari keluarga.

"Kami sih karena tidak tahu harus ngadu ke siapa, paling menunggu informasi dari kantornya (LPK HEL, red) saja," keluh Meisaroh.

Dia melanjutkan, apabila pemerintah pusat belum juga memberi kejelasan mengenai proses kepulangan Dede, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang bisa turun tangan memecahkan persoalan tersebut.

Sebab meski kondisi Dede saat ini dipastikan sehat, akan tetapi situasi Jepang yang rentan dengan penyebaran virus corona, membuat keluarga ngotot menarik terlebih dahulu putra dari lima bersuadara tersebut.

"Dede sih alhamdulillah sehat. Cuma memang situasinya benar-benar lagi sulit karena virus corona. Tapi bagaimana pun keluarga ingin dede cepat pulang ngumpul lagi. Kami berharap Pemda juga berupaya bantu memulangkan adik saya," harapnya.

Meisaroh mengaku, sejak mendapat informasi bahwa Dede dikarantina pada dua pekan lalu, keluarganya tidak henti memikirkan nasib Dede. Bahkan orang tuanya pun dibuat cemas tentang hal itu.

Beruntung, dari hasil observasi virus mematikan tersebut selama dua pekan, kesehatan Dede dinyatakan stabil dan bebas dari corona.

"Setelah dapat kabar itu (dikarantina), respons keluarga cemas dan khawatir. Tapi orang tua mencoba menutupi biar meredam kondisi" katanya.

Malah dalam beberapa hari terakhir, komunikasi dengan Dede pun tergolong lancar. Dia pun selalu mengabarkan perkembangannya setiap hari dan nampak tegar sehingga sedikit banyak dapat meredam pikiran buruk tentang Dede.

Akan tetapi Meisaroh menjelaskan, ketegaran yang ditampakkan Dede tidak mengecilkan keinginan keluarga merangkul kembali Dede dalam kehangatan keluarga. 

"Sejauh ini komunikasi lancar, setiap hari ada kabar. Tapi kami merasa kasian, karena pemberitaan jadi khawatir. Tapi kalau liat dari Dedenya tegar, tidak mau menunjukkan kesedihan supaya keluarga tidak cemas atau khawatir," tutupnya 

Sebelumnya, Dede melalui pemilik lembaga tempatnya dipekerjakan, Lembaga Pelatihan Kerja Hotel Education Labuan (LPK HEL), Efqi Anwari, menuturkan, muridnya tersebut ingin segera pulang.

Karena meski sudah dinyatakan negatif corona, namun Dede dan rekan-rekannya khawatir dengan situasi di kapal Diamond Princess yang masih mencekam.

“Padahal suasana di kapal tersebut juga masih mencemaskan meski sudah melalui masa karantina. Karena, wabah virus corona ini kan masih bisa mengancam. Teman mereka yang sehat bisa terkena corona,” kata Efqi.

Bahkan melalui sebuah rekaman video yang diterima Efqi, Dede dan sembilan rekannya yang ada di dalam video tersebut, meminta agar penjemputan mereka dilakukan segera dengan pesawat terbang.

“Kami mohon jangan dijemput dengan menggunakan kapal (laut) yang memakan waktu dua minggu perjalanan sampai ke Jepang. Jemput kami sekarang, pak dengan pesawat. Kami juga Indonesia, Pak Presiden,” ujar seorang WNI yang wajahnya ditutupi masker.

  • Tentang Penulis

    Dendy Fachreinsyah

    Reporter di Stasiun Produksi RRI Banten. Penganut seni berdistorsi.

  • Tentang Editor

    Heri Firmansyah

    Redaktur RRI-Online

00:00:00 / 00:00:00