• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPU RI Akui Telah Dua Kali Bersurat ke Presiden Soal Pelantikan Pengganti WS

24 February
23:13 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Evi Novida Ginting Manik mengaku bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, terkait pelantikan pengganti mantan anggota Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan (WS), yang telah tertangkap tangannya oleh KPK pada 8 Januari silam.

Surat permintaan yang dikirimkan sebanyak dua kali tersebut, diharapkan agar Presiden segera melantik tersebut diungkapkan Evi Novida, agar komposisi jajaran Komisioner KPU RI dapat kembali lengkap.

"Kami sudah menyurati (ke Presiden) dua kali. Surat pertama, surat kedua, sudah kami sampaikan untuk dilakukan pergantian antar waktu terhadap anggota KPU RI, supaya kami bisa komplit bertujuh," kata Evi Novida Ginting Manik saat ditemui di Kantor KPU RI, Jakarta (24/02/2020).

Kendati telah menyurati Presiden sebanyak dua kali, namun Evi mengatakan bahwa pihaknya juga masih menunggu undangan pelantikan dari Presiden Joko Widodo. 

"Kami tunggu (undangan) dari presiden," tambah Evi dengan singkat kepada Reporter RRI dan sejumlah awak media lainnya.

BACA JUGA: 361 Bapaslon Perseorangan Pilkada 2020 : 96 Memenuhi Syarat Dukungan, 14 Tidak Memenuhi Syarat

Saat Reporter RRI dan sejumlah awak media lainnya mencoba konfirmasi akan waktu dikirimkan surat tersebut, Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik enggan menyebutkan secara rinci.

Sementara itu, diketahui sebelumnya Komisi II DPR RI menyetujui I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjadi pengganti eks komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan.

Diketahui, Wahyu terlibat kasus suap dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) yang dilakukan oleh caleg asal PDIP, Harun Masiku.

Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia menjelaskan, proses pergantian itu berdasarkan penghitungan nomor urut saat pemilihan di Komisi II periode 2014-2019 lalu.

Dimana yang bersangkutan ketika itu menempati posisi nomor urut delapan dari 14 orang calon komisioner KPU.

"Berdasarkan urutan suara terbanyak pada saat fit and proper test, dan yang berada di urutan ke-8 itu I Dewa Raka Sandi itu yang nanti akan ditetapkan penggantinya," ujar Ahmad Doli Kurnia di Gedung DPR RI, Jakarta (11/2) silam.

00:00:00 / 00:00:00