• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

TNI AL Siap Misi Evakuasi WNI di Diamond Princess, KRI dr Soeharso Stand By

21 February
04:10 2020

KBRN, Jakarta : Pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi untuk menjemput 74 Waqrga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru Kapal Pesiar Diamond Princess yang terkontaminasi Coronavirus di Jepang. Salah satu pilihannya adalah menggunakan KRI dr. Soeharso.

Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso sudah disiagakan dan sandar di Dermaga Madura, Komando Armada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020). 
Bahkan para personel medis TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI dr Soeharso sudah mempersiapkan seluruh perlengkapan di dalam kapal. Demikian dilansir Kantor Berita Antara.

Dari tempat tidur atau bangsal untuk pasien, hingga fasilitas 'Isolated Capsule Transporter' untuk penanganan WNI yang terjebak dalam kapal pesiar Diamond Princess.

BACA JUGA: WNI Kru Kapal Pesiar Diamond Princess Terkena COVID-19 Bertambah Satu Orang

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang terkena COVID-19 bertambah satu orang, Rabu (19/2/2020).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, Selasa(18/2/2020), menyebut tiga WNI kru kapal pesiar yang bersandar di Yokohama, Jepang, terkonfirmasi COVID-19.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menyatakan, keempat WNI kru kapal Diamond Princess saat ini menjalani pengobatan di rumah sakit di dua kota di Jepang.

"Mereka saat ini ada di dua rumah sakit, di kota Chiba dan Tokyo. Masing-masing dua orang," ungkap Judha Nugraha ketika ditemui di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menurut Judha, kondisi keempat WNI tersebut masih stabil.

"Melihat penanganan dan kondisi para WNI, dari laporan terakhir kondisi mereka masih stabil. Jadi, tambah satu orang per hari ini," tambahnya.

BACA JUGA: 542 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Positif COVID-19

Judha menjelaskan, pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo telah dikirim untuk memantau kondisi keempat WNI di dua rumah sakit tersebut.

"KBRI Tokyo sudah mengirimkan tim untuk mengunjungi rumah sakit tersebut," ucap Judha.

Sementara, ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya usai keputusan otoritas Jepang terhadap para penumpang kapal Diamond Princess 19 Februari, Judha menerangkan, KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan otoritas setempat.

"Ini yang akan didalami lebih lanjut. KBRI Tokyo selalu koordinasi dengan Kemenlu Jepang untuk perkembangan lebih lanjut," jelas Judha lagi.

Sedangkan, 78 WNI terdata bekerja sebagai kru kapal Diamond Princess. (Foto: Ant/Didik Suhartono)

00:00:00 / 00:00:00