• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Banjir Tering Seberang Kutai Barat Hambat Aktivitas Warga

20 February
22:57 2020

KBRN, Sendawar : Banjir kembali terjadi di kampung Tering Seberang, Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (20/2/2020).

Ini yang kedua kali setelah kondisi yang sama terjadi kurang lebih sepekan sebelumnya.

Pantauan RRI di lapangan, sejumlah kawasan di kampung Tering Seberang, khususnya di bantaran Sungai Mahakam di terjang banjir dengan ketinggian berkisar 30 hingga 60 cm di badan jalan.

Kondisi ini cukup menghambat aktivitas masyarakat karena akses transportasi jalan di wilayah ini sudah digenangi air Mahakam yang meluap.

Erik, salah satu warga kepada RRI Sendawar mengatakan, banjir sudah terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis sore, dan cukup mengganggu aktivitas warga, bahkan menurutnya banjir musiman ini sedikit membuat warga kesulitan mendapatkan bahan pokok.

“Aktivitasnya ya kayak gini-gini aja pak, aktivitasnya kurang. Jadi kalau orang mau turun kerja itu agak susah. Termasuk yang di daerah dalam pasar yang cukup dalam itu susah mau keluar beli sembako,” ungkapnya

Demikian juga dikatakan Sarah, ibu rumah tangga yang kegiatan sehari-harinya berjualan sayur di area terminal Pelabuhan Tering.

Ia mengaku, tidak bisa beraktivitas kemana-mana bahkan berjualan sayur pun dihentikam selama air menggenagi area sekitar rumahnya.

“Kalau banjir gini tidak bisa kemana-mana pak, dirumah aja sambil jaga-jaga. Karena saya di sini jualan sayur, kalau sudah banjir gini ya tidak jualan, gak ada juga yang datang beli,” ungkapnya

Sementara itu, Nilus warga Tering Lama yang sedang berbelanja ke Tering Seberang menerangkan, seperti apapun kondisi air termasuk dalam kondisi banjir seperti ini, tetap harus menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan perahu Ketinting untuk berbelanja kebutuhan hari hari. Sebab tidak ada akses lain seperti jembatan penyeberangan menuju Tering Seberang.

“Kalau kesini ya nyebrang pakai perahu sendiri kalau ada perahu, kalau gak ada ya pakai taxi, ongkosnya sih gak berubah, tetap aja sekitar Rp 5.000 satu orang kalau naik taxi itu. Kalau kondisi banjirnya sih tidak menentu, kalau bertahan gini ya gak apa, yang kita khawatirkan itu kalau lebih tinggi lagi bisa sampai dua meter. Jadi kalau kesini itu belanja sembako, sayur-sayuran tapi kalau sudah banjir gini sudah tidak ada harapanlah sudah,” terangnya

Untuk diketahui, selain karena karena hujan yang menguyur Kabupaten Kutai Barat beberapa hari terakhir, banjir yang terjadi di Kecamatan Tering ini juga merupakan kiriman dari hulu sungai mahakam Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Namun demikian, banjir yang terjadi sejak rabu malam ini sudah mulai surut pada kamis sore sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah.

00:00:00 / 00:00:00