• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Siapkan Pelajar Tangguh Bencana, SMPN 1 Jogonalan Launching Sekolah Mitigasi Bencana

20 February
23:01 2020

KBRN, Klaten : Klaten merupakan salah satu daerah yang mempunyai kerawanan bencana cukup tinggi. Kerawanan tersebut seperti tanah longsor, banjir, gempa, erupsi merapi, banjir lahar dingin dan juga angin puting beliung.

Berdasarkan kenyataan itu sekolah SMPN 1 Jogonalan Klaten mempersiapkan pelajar yang tangguh terhadap bencana. Salahsatunya dengan melaunching program sekolah berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana atau (Swaliba) Rabu (19/2/2020).

Kepala SMPN 1 Jogonalan Endah Sulistyowati mengungkapkan, para siswa perlu adanya pemahaman dan pembekalan terhadap bencana. Harapannya mereka menjadi generasi yang tangguh bencana.

"Kemampuan itu dapat nantinya dapat ditularkan kepada keluarga," kata Kepala sekolah SMPN 1 Jogonalan Endah Sulistyowati.

Sebenarnya SMP tersebut sudah lama menerapkan sekolah berwawasan lingkungan. Melalui program mitigasi bencana ini maka  semakin lengkap dengan sebutan Sekolah berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana.

Disela menghadiri launching, Ketua Klinik Lingkungan UGM Professor Suratman mengungkapkan, swaliba sudah berjalan sepuluh tahun. Namun diakui  program itu dinilai lambat direspon kementrian.

"Swaliba sudah ada sepuluh tahun yang lalu kita konsepkan. Swaliba yang pertama lahir di Klaten SMA 2 Klaten, top banget, kurikulumya kelembagaannya, penganggarannya betul konsep yang ideal dari konsep nasional," katanya. 

Suratman mengatakan untuk saat ini program tersebut semakin menguat. Lantaran Presdisen Joko Widodo sudah menyarankan, agar waspada bencana masuk ke dalam kurikulum sekolah-sekolah. Karena Indonesia mempunyai kerawanan bencana.

Klaten sendiri dinilai paling bagus terkait adanya sejumlah kegiatan kebencanaan seperti Sekolah Sungai, Srikandi Sungai termasuk Swaliba. "Itu contoh miniatur kerja sama metahelik di Klaten dapat  menggugah  ke  tingkat Nasional."

Launching Sekolah berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana ditandai dengan penanaman pohon oleh Prof Suratman, guru dan para siswa dilingkungan sekolah. Sebelumnya juga dilakukan pula penyuluhan bahaya narkoba dalam rangka hari jadi sekolah itu.

00:00:00 / 00:00:00