• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

OJK Sebut HIPO Belum Ada Ijin Tarik Dana Masyarakat

20 February
19:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan vahwa semua produk yang dijual oleh HIPO adalah produk keuangan yang menarik dana masyarakat, harus seizin OJK karena platformnya harus jelas.

"Apakah platform ada bunganya ataukah paltform itu nanti berbagi hasil maupun platform apapun maka harus mendapat ijin OJK. Kalau itu menarik dana masyarakat, siapapun orangnya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, Kamis (20/2/2020).

"HIPO belum ada ijin dari OJK untuk narik dana masyarakat sebagai produk keuangan. Belum ada ijin, belum ada," sambungnya.

Wimboh Santoso menegaskan bahwa pihak HIPO sudah dipanggil, ditanya dan diingatkan oleh OJK. Jika nanti masih ditemukan melakukan penarikan dana masyarakat dengan imbal hasil maka masyarakat segera melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan. 

Adanya Logo OJK yang digunakan oleh guru HIPO sebut, Wimboh Santoso, logo itu dapat di copy dan dipakai sehingga pihaknya akan membahas penggunaan logo itu dalam tim waspada investasi.

"Tim waspada investasi itu anggotanya ada kepolisian, ada kejaksaan, ada OJK dan kementerian terkait. Sehingga platform apapun dalih dari pengumpulan dana masyarakat dengan imbal tertentu akan kita bahas di satgas waspada investasi," imbuhnya.

OJK sejatinya sudah memberikan pada HIPO terkait dengan hal itu. Akan tetapi jika masih melakukan pengumpulan dana masyarakat dengan janji imbalan maka pihaknya akan meminta itu untuk dihentikan.

"Tolong dilaporkan. Ini kita sudah minta dihentikan. Harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dan ijin itu akan kita verifikasi dan ijin ini dilakukan untuk kegiatan apa," tandasnya.

Kalau donasi paparnya, maka tidak ada imbal hasilnya tapi kalau menjanjikan imbal hasil maka itu bukan donasi. Sehingga hal itu sudah ditangani satgas waspada investasi dan diproses serta sudah dilarang untuk mengumpulkan dana masyarakat dengan janji bagi hasil.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00