• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pengusul RUU Ketahanan Keluarga : Seks dengan Sadisme Perlu Diatur

20 February
16:32 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Salah satu pengusul dari draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga, Anggota Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong menegaskan, aturan terkait aktivitas seks sadisme‎, masokhisme atau bondage and discipline, sadism and masochism (BSDM) perlu adanya.

Aturan itu ditegaskannya sangatlah perlu agar dalam kehidupan rumah tangga setiap warga negara Indonesia tidak terjadi kekejaman.

"Iya mesti diatur. Kalau enggak diatur jangan sampai adanya kekejaman dalam berumah tangga. Itu yang paling penting," tegas politisi Partai Amanat Nasional ini di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Pasalnya menurut dia, hubungan seks yang yang didasari oleh cinta kasih sepatutnya tidak dilakukan dengan kekerasan atau bahkan sadis. Sebab seks sesungguhnya dilakukan demi kebahagiaan antara suami dan istri.

"Itulah tujuan esensi utama. Seks adalah persoalan cinta dan kasih sayang," tandasnya.

BACA JUGA : Ketua DPR : RUU Ketahanan Keluarga Terlalu Intervensi

Lebih lanjut kata Ali, aturan terkait itu perlu ada karena tidak sedikit akibat aktivitas seks yang sadis, seseorang bisa hilang nyawanya.

"Nah itu bagaimana. Karena UU belum mengatur sejauh itu. Apalagi KUHP belum terbit," tekannya.

Dipertegas tentang kedua belah pihak, dalam hal ini suami ataupun istri tidak keberatan dengan kegiatan seks yang mengandung unsur sadisme, Ali bilang aturan terkait itu belumlah final dibahas, karena masih masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2020.

Pihaknya juga memastikan akan tetap menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait itu.

"Persoalan substansi ini masih menjadi bahasan terus-menerus. Masukan ‎rekomendasi usulan dari masyarakat kita tetap terbuka. Ini belum final masih usulan," pungkasnya.

Perlu diketahui, RUU Ketahanan Keluarga menuai polemik. Sebab berbagai kalangan masyarakat menilai kebaradaan RUU itu justru merupakan upaya negara untuk ikut campur dalam urusan privat atau rumah tangga warganya.

Bagaimana tidak, dalam RUU tersebut diatur tentang, larangan aktivitas seksual seperti BDSM, peran istri, istri wajib mengurusi rumah tangga dan kewajiban melapor bagi pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT.

Sebelumnya, RUU ini diusulkan oleh beberapa anggota DPR. Diantaranya adalah Endang Maria dari Fraksi Partai Golkar, Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, dan Ali Taher Parasong dari Fraksi PAN sendiri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00