• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

DPR Desak Batan dan Bapeten Percepat Investigasi Temuan Radioaktif di Serpong

20 February
15:12 2020

KBRN, Jakarta : Komisi VII DPR RI mendesak Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk bekerja maksimal dalam mempercepat proses investigasi atas penemuan logam radioaktif Cesium 137 di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Mereka juga mendesak kedua lembaga itu untuk bekerja maksimal dalam pengawasan terhadap penggunaan nuklir di negeri ini.

Hal itu sebagaimana kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Batan dan Bapeten. Kesimpulan itu dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu. Dimana setidaknya ada tujuh kesimpulan RDP yang dia bacakan.

"Pertama, Komisi VII DPR mendesak Kepala Bapeten untuk mempercepat investigasi mengenai sumber paparan limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah," kata politisi Partai Gerindra ini di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara I, Kamis (20/2/2020).

Yang kedua, lanjut Gus Irawan, yakni Komisi VII DPR mendesak Kepala Batan dan Kepala Bapeten untuk segera mempercepat penyelesaian proses dekontaminasi/ clean up dan Whole Body Counting (WBC), serta memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar yang terkontaminasi bahan radioaktif.

Ketiga, lanjutnya, Komisi VII DPR mendesak Kepala Bapeten untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan nuklir di Indonesia dan dampaknya baik yang berizin maupun yang tidak berizin secara sistemik dan periodik.

BACA JUGA : Kepala BATAN Pastikan Semua Fasilitas Radioaktifnya Tidak Bocor

Keempat, tambahnya, Komisi VII DPR meminta Kepala Bapeten untuk mewajibkan setiap industri pemegang izin pemanfaatan nuklir untuk memiliki alat deteksi radiasi, serta mengembangkan sistem monitoring menggunakan teknologi informasi yang terkoneksi langsung dengan Bapeten.

Kelima, Komisi VII DPR meminta Kepala Bapeten untuk menyampaikan data tertulis mengenai daftar instansi (industri, rumah sakit, lembaga penelitian) pemegang izin pemanfaatan tenaga nuklir, jenis bahan radioaktif yang digunakan, pemasok asal bahan radioaktif, serta data limbah radioaktif di seluruh wilayah Indonesia.

Keenam, Komisi VII DPR mendukung kenaikan anggaran Batan dan Bapeten di tahun 2021 dalam rangka menunjang efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya

"Ketujuh, Komisi VII DPR meminta Kepala Batan dan Kepala Bapeten untuk menyampaikan jawaban tertulis atas semua pertanyaan Anggota Komisi VII DPR dan disampaikan pada Komisi VII DPR paling lambat tanggal 27 Februari 2020," pungkasnya.

Perlu diketahui, hadir dalam RDP ini Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jazi Eko Istiyanto. Keduanya datang bersama jajaran mereka masing-masing.

00:00:00 / 00:00:00