• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Tuntutan Kejagung Buka Lagi Kasus Novel Baswedan Makin Kuat, Massa Hampir Ricuh

20 February
02:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Aksi Jilid VII Gerakan Aktivis Indonesia (GAI) kembali berlangsung di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020).

Tuntutan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam GAI tetap sama seperti enam kali aksi sebelumnya, yaitu mendesak Kejagung RI membuka kembali kasus Sarang Burung Walet dengan tersangka Novel Baswedan.

Sempat terjadi ketegangan dengan petugas jaga gedung Kejagung karena para peserta aksi terus meneriakkan agar kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Novel Baswedan terkait kasus tersebut segera dibuka kembali, lantas dituntaskan, bukan malah ditutup tanpa penyelesaian.

"Korbannya ada, dan mereka butuh keadilan. Jadi kasus Novel Baswedan harus dibuka kembali," kata Farhan Fauzan, Koordinator Aksi GAI kepada RRI.

Bahkan salah paham berujung ketegangan hampir menyulut kericuhan ketika massa yang berada di depan pagar gedung diminta bergeser oleh pihak keamanan karena gerbang akan ditutup.

"Kalau mau masuk sudah dari tadi kami seruduk masuk ke dalam. Ini diusir pergi dia tutup pagar. Itu menyulut kegeraman teman-teman yang lain," ujar Farhan.

Farhan melanjutkan orasinya. Tuntutan agar kasus Novel Baswedan yang diduga sengaja ditutup oleh Kejagung RI, hendaknya dibuka kembali segera.

Hal itu penting, agar terang benderang mana korban dan mana pelakunya. Karena selama ini, korban penganiayaan keji yang diduga dilakukan Novel masih menuntut keadilan dari semua aparat penegak hukum.

“Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Novel Baswedan sampai saat ini belum juga dibuka dan dilanjutkan terutama oleh jaksa agung. Marwah penegak hukum dipertaruhkan dalam menuntaskan pelanggaran HAM di indonesia saat ini,” kata Farhan.

Akhirnya, walaupun sempat bersitegang dengan petugas keamanan gedung Kejagung, para demonstran meneruskan aksinya di depan pagar, hingga turun ke jalan untuk membakar ban.

"Beberapa tahun ini kita tahu Novel Baswedan selalu menuntut Kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadapnya. Dari kepolisian sudah berhasil menangkap pelakunya, tapi kita harus melihat kembali jangan sampai kasus penyiraman Novel ini menutupi kasus Sarang Burung Walet, yang mana Novel sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi pihak kejaksaan menghentikan kasus itu dengan alasan tidak memiliki bukti. Equality Before the Law adalah konsep Universal (berlaku dimana saja), secara Universal Equality Before the Law sudah menjadi prinsip hukum dan kenegaraan yang mensyaratkan adanya hukum dan diberlakukan bagi setiap orang,” tandasnya.

00:00:00 / 00:00:00