• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Sri Mulyani : Industri Pariwisata Indonesia Paling Terdampak Virus Corona

19 February
18:39 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah Indomesia terus mewaspadai dampak dari perang dagang atau Trade of War antara China (Tiongkok) dengan Amerika Serikat (AS) yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Kedua negara ini masih belum sepekat terkait besaran tarif perdagangan, baik impor maupun ekspor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kepada wartawan mengatakan pemerintah tetap berhati-hati dan waspada jika dampak perang dagang antara  kedua negara itu masih akan berlangsung lama.

“Pemerintah mewaspadai terkait dampak perang dagang antara RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dengan AS (Amerika Serikat), kemudian juga mewaspadai faktor keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit (British Exit),” kata Sri Mulyani Indrawati saat jumpa pers APBN Kita di Aula Mezzanine, Gedung Kementrian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah juga mengantisipasi merebaknya dampak virus Corona. Menurutnya pada pertengahan 2020 Januari sejak muncul virus Corona itu ternyata sampai saat ini masih dirasakan dampaknya ke beberapa negara, termasuk diantaranya Indonesia.

Menurut Sri Mulyani, wabah virus Corona itu sekarang menjadi momok atau ancaman utana bagi perekonomian dunia atau secara global. Sri Mulyani menilai saat ini virus Corona juga menjadi ancaman utama bagi peekonomian dalam negeri China (Tiongkok).

”Salah satu yang paling terdampak langsung terkait dampak virus Corona adalah industri pariwisata atau tourism di Indonesia,, dimana jumlah kunjungan turis asal China ke Indonesia langsung menurun drastis atau drop,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan telah terjadi defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 36,1 triliun pada Januari 2020. Menurut Sri Mulyani, defisit anggaran itu mencapai atau setara dengan 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

00:00:00 / 00:00:00