• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menhub Akui Kajian Stimulus Terkait Corona Masih Belum Diputuskan

19 February
18:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hingga saat ini stimulus yang diinstruksikan Presidem Joko Widodo (Jokowi)  untuk mendongkrak pariwisata Indonesia masih belum diputuskan. 

Menurut Menhub, skemanya nanti akan berada di Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

"Belum (ditetapkan). Masih dibahas bersama Ibu Menteri Keuangan," kata Menhub Budi Karya,  di Jakarta,  Rabu (19/02/2020).

Meski demikian,  diakuinya, maskapai memang meminta akan adanya stimulus. Salah satunya penyeimbangan penerbangan.

"Kalau maskapai si sebenernya yang dia minta, satu avtur, dia tidak terbang di anu, dia cuma mau rute gemuk aja. Mestinya kan balance," ujarnya.

Sebelumnya,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan untuk memberikan stimulus sebesar 30% dalam waktu tiga bulan untuk wisatawan manca negara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) serta 50 % biro perjalanan (Travel Agency).

Menurut Jokowi,  kebijakan itu ditempuh untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata setelah dilumpuhkan oleh merebaknya Virus Korona, yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

"Saya telah bertemu Menteri Keuangan, kemungkinan ini masih dikaji bersama-sama, untuk memberikan diskon atau insentif bagi Wisman yaitu 30% dari tarif riil. Ini belum kita putuskan. Mungkin, kita beri waktu selama 3 bulan ke depan," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Senin (17/02/2020).

Kepala Negara  mengatakan, pemerintah akan mengumumkan kepada publik destinasi mana saja yang akan dikenakan diskon sebesar 30%. 

"Nanti juga akan diputuskan untuk destinasi wisata mana saja, termasuk di dalamnya diskon untuk Wisnus yang bisa juga kita beri diskon 30% dan mungkin bisa saja untuk Travel Biro diberi diskon misalnya 50%, misalnya. Sehingga betul-betul menggairahkan dunia pariwisata kita yang sekarang baru ada masalah karena Virus Korona," katanya. 

00:00:00 / 00:00:00