• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Kepada Sidang PBB, Anggota DPR RI Ini Jabarkan Nilai-nilai Pancasila

19 February
16:42 2020

KBRN, Jakarta : Anggota DPR RI, Komarudin Watubun menyampaikan usulan strategi pendidikan perdamaian dan pelestarian ekosistem planet bumi, yakni dengan mengutip pesan Soekarno dan nilai-nilai Pancasila.

Hal itu dia kemukakan saat mewakili Indonesia menyampaikan pidato dalam Sidang Annual Parliamentary Hearing at the United Nations di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York Amerika Serikat (AS), 17 sampai 18 Februari lalu.

"Sidang Tahunan Parlemen PBB 2020 yang saya muliakan. Izinkan saya, wakil Rakyat dari Negara Republik Indonesia, menyampaikan usul strategi pendidikan perdamaian dan pelestarian ekosistem planet bumi," katanya dalam keterangan pers yang diterima KBRN, Rabu (19/2/2020).

Dijelaskannya, usulan itu disampaikan karena semua manusia hidup di rumah yang sama, yakni "planet bumi". Sementara saat ini ada dua tanda krisis kehidupan di planet bumi, yakni air sehat dari tanah semakin langka, mahal, dan lapisan ozon terkoyak di langit.

"Kita membaca pesan zaman, dari Heraclitus asal Yunani abad 6 SM, panta rhei, alam semesta terus mengalir dan berubah, Archimedes mengajarkan eureka, menemukan nilai kebenaran melalui alam, Lao Tzu abad 4 SM tentang keabadian alam, karena selalu memberi, tidak hidup untuk dirinya," urainya.

"Nabi  Muhammad abad 6-7 M mengajar pelestarian pohon di Mekah dan Madinah, Abad ke-21, Dr. Mangawari Waathai asal Kenya mengajar perdamaian dengan menanam pohon, Mei tahun 2015, Negara Vatikan merilis Laudato Si tentang merawat nilai kehidupan di bumi," lanjutnya.

Lebih lanjut menurut politisi PDI Perjuangan ini, negara adalah sesuatu yang bernyawa. Maka pendidikan berkenaan dengan suatu yang bernyawa, dan nilai kehidupan manusia. 

"Saudara kita asal Jepang menyebut Tsugiki untuk meraih hasil kualitas terbaik melalui pendidikan," imbuhnya.

Tak jauh beda, tambahnya, bangsa Indonesia memiliki suatu Philosofische Grondslag dan Weltanschauung tentang nilai-nilai dasar kehidupan yaitu Pancasila sebagi dasar dan arah membangun perdamaian dan pelestarian kehidupan.

Masih di depan Sidang Annual Parliamentary Hearing at the United Nations, Watubun pun mengulang pesan yang disampaikan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tahun 1960 di depan Majelis Umum PBB, New York, To Build The World A New. Yang mana pesan itu juga berdasarkan Pancasila. 

"Yaitu Believe in God, (2) humanity, (3) unity, (4) democracy, dan (5) Social-justice," imbuhnya.

Dijelaskannya, filsafat Pancasila mempersatukan Indonesia, hidup damai sebagai Bangsa Indonesia dari 1.331 suku, 1.100 bahasa daerah, 263 juta jiwa di 17.499 pulau. 

"Anak-anak kami belajar merawat budaya, kearifan, musyawarah, mufakat, dan pelestarian lingkungan melalui peribahasa, permainan, dan 1.500 olahraga budaya bhinneka tunggal ika sesuai prinsip egg of sustainability budaya dari bahan alam ramah lingkungan, tanah, air, biji-bijian, bambu, kayu, dan buah-buahan," urainya.

Bagi Bangsa Indonesia, tambahnya, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi atom dan industri 4.0 harus mampu menjelmakan Pancasila yang digali dari nilai-nilai kehidupan asal bumi. Buktinya, menurut amanat konstitusi, alokasi anggaran di sektor pendidikan haruslah sebesar 20 persen.

"Kini dan ke depan, menurut pandangan kami, pilihan strategis adalah pendidikan sains dan teknologi tanah, air, pohon dan gas secara simultan berkelanjutan dan kendali pertumbuhan penduduk guna membangun perdamaian, memulihkan dan melestarikan biosfer, atmosfer dan hidrosfer kehidupan planet bumi," pungkasnya. (Foto : Istimewa)

00:00:00 / 00:00:00