• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bupati Aceh Barat Hajar Ustadz yang Menagih Hutang Biaya Pilkada

19 February
16:09 2020
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta: Bupati Aceh Barat dua periode, Ramli MS (2007–2012 dan 2017–2022), tertangkap kamera menganiaya seorang Ustadz yang diduga meminjamkannya uang sebagai modal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk periode kedua kalinya. Video tersebut muncul lewat media sosial twitter dari akun @zoelfick, yang merupakan kerabat dari sang Ustadz.

Saat dikonfirmasi RRI, pengguna twitter dengan nama lengkap Zulfikar Akbar itu menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi kemarin, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, saat masa Pilkada itu memang bupati ada hutang dan dia ini satu sisi "aman" sebab kwitansi yang digunakan sebagai tanda bukti peminjaman dana senilai Rp 279 juta tidak ditandatangani langsung oleh si bupati, melainkan oleh orang kepercayaannya yakni salah seorang anggota tim sukses.

"Akhirnya berlarut larut si bupati ini buang tangan (menghindar). Sementara yang mengambil pinjaman itu tadi (orang kepercayaan bupati) berdalih bahwa uang dipakai untuk kepentingan Pilkada si bupati ini. Akhirnya, sama-sama buang badan mereka yang terlibat ini," tuturnya kepada RRI, Rabu (19/2/2020).

"Kerabat saya ini kebingungan karena uang senilai hampir Rp 300 juta adalah jumlah yang sangat besar. Dia berusaha mencari cara yang lebih baik, halus, cara-cara kekeluargaan, sayangnya bupati ini buang badan, dan meninju kerabat saya ini," imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya baik si bupati maupun Pak Ustadz yang bernama Zahidin, berada dalam satu kubu politik. Namun, dalam video tersebut nampaknya uang mengubah segalanya.

Saat ditagih hutang, bupati justru meninju Ustadz Zahidin yang merupakan kerabatnya. Tidak berhenti di situ, teman bupati ini pun menghajar Zahidin dengan kursi hingga tulang rusuknya cedera.

Dirinya juga menyesalkan kejadian ini bisa terjadi. Menurutnya, permasalahan seperti ini bisa dibicarakan baik-baik. Apalagi hutang tersebut memiliki keterkaitan dengan dunia politik yang begitu rentan dengan polemik.

Dalam video yang beredar, bupati itu mengatakan dalam bahasa daerah bahwa kwitansi itu atas nama orang lain, bukan atas namanya. Sang Ustadz pun diminta untuk menanyakan ke orang yang menandatanganinya. (Foto/Ilustrasi: okezone & Dok.Istimewa)

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00