• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Optimalkan Riset Tani Center, IPB Dorong Perekonomian Petani

19 February
15:26 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Ketahanan pangan adalah masalah paling krusial di setiap negara. Pangan yang buruk akan mempengaruhi gizi para generasi penerus. Oleh sebab itu, Pemerintah di Indonesia terus menggenjot kualitas produksi petani dengan berbagai macam program.

Namun ketika kualitas produksi pangan meningkat apakah akan berimbas pula terhadap taraf perekonomian para petani? Sementara, hasil pertanian di Indonesia telah merambah ke pasar Internasional (eksport).

Salah satu contohnya Kopi Luwak, berdasarkan informasi dari BPS di tahun 2015 komoditi tersebut berhasil disebar ke 22 negara sebabyak 499.612,7 Ton.

Prof. Nunung Nuryantono, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University mengatakan, petani sudah seharusnya sejahtera. Melihat berbagai sumber daya pertanian yang melimpah di seluruh wilayah tanah air dan bisa dibudidayakan untuk kebutuhan pangan masyarakat.

"Perdagangan hasil pertanian juga terus berkembang hingga saat ini, sehingga perlu ada yang mendorong untuk melahirkan kebijakan terkait model perdagangan yang memihak (pro) kepada petani," ujar Nunung kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

BACA JUGA: Mentan Ajak Masyarakat Turunkan Angka Stunting

Menurut dia ketika komoditas pertanian telah dihasilkan dan siap untuk di eksport ke berbagai negara, seharusnya seluruh pihak yang notabene adalah petani harus bisa mendapatkan imbalan jasa atas jerih payahnya (benefit).

Oleh sebab itu IPB dalam hal ini, selaku penyelenggara pendidikan di bidang pertanian tidak bisa tinggal diam. Dibutuhkan, solusi yang tepat dengan melakukan pembahasan bersama berbagai elemen masyarakat juga lembaga riset Tani Center LPPM IPB.

"Diharapkan lahir rumusan rekomendasi bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan pertumbuhan ekonomi, berbasis perdagangan internasional yang menguntungkan petani," paparnya.

Dalam forum diskusi bersama tersebut, akan dibahas secara lebih mendalam terkait manfaat perdagangan yang bisa dinikmati oleh seluruh pihak yang terlibat memproduksi komoditi pertanian.

"Pada diskusi ini juga kita berharap dapat mengungkap kesepakatan-kesepakatan perdagangan dan apakah menguntungkan semua pihak dalam arti yang positif,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00