• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BKN Usulkan PNS Pensiunan Terima Uang Rp1 Miliar Lewat Sistem “Fully Funded”

19 February
09:02 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : PLT. Kepala Biro Humas Badan Kepagawaian Negara, Paryono menanggapi perihal wacana yang beredar mengenai jumlah dana pensiun PNS atau ASN sebesar Rp 1 miliar.

Ia mengatakan ada dua skema pensiun yang harus diketahui yakni skema fully funded dan pay as you go. Dan menurutnya yang saat ini digunakan adalah skema pay as you go yang artinya pegawai dipotong setiap bulan, lalu ketika pensiun nanti pemerintah akan membayar uang pensiun.

"Sebenarnya ada dua skema yakni Fully funded dan pay as you go," kata Paryono kepada RRI, Rabu (19/2/2020). 

Paryono juga menambahkan kalau skema fully funded sendiri merupakan sistem pembayaran pensiun yang dilakukan secara patungan antara PNS dan pemerintah, sebagai pemberi kerja. Besarannya bisa ditentukan dan disesuaikan jumlah gaji PNS yang diterima setiap bulan. Nantinya gaji tersebut akan dipotong, dari potongan itu bisa menentukan besar dana yang diterima, bahkan bisa lebih besar. Tetapi skema ini belum diterapkan sampai saat ini.

"Untuk saat ini potongan bisa mencapai 8 persen dan dibagi dua 4,75 persen program pensiun, dan 32,5 persen itu untuk THT," jelas Paryono.

Diketahui pula, katanya, sebelumnya yang diterima hanya gaji pokok saja, tetapi nanti dalam sekma yang baru tunjangan-tunjangan lain akan ikut masuk didalam gaji tersebut.

Paryono berpendapat sebenarnya skema yang paling menguntungkan yakni skema fully funded karena nantinya pensiunan bisa menerima lebih besar dari yang sekarang.

"Gaji pokok pegawai kan kecil hanya 5 sampai 6 juta rupiah saja, jadi menurut saya yang paling menguntungkan skema fully funded ini karena bisa saja menerima lebih besar dari ini bahkan bisa capai 1 miliar rupiah," jelasnya kembali.

Skema fuly funded ini sebenarnya seperti sistem menabung, dimana para pegawai yang dibantu oleh pemerintah jika semakin besarnya menabungnya maka nanti pada saat pegawai tersebut pensiun akan semakin besar juga dana yang didapat.

Pemerintah sendiri sempat meralat dan mengkritik mengenai dana pensiun Rp 1 miliar ini dengan alasan ekonomi negara sedang tidak stabil.

"Sistem ini akan berlaku bagi pegawai yang sudah mengabdi selama lebih dari 30 tahun," jelas Paryono.   

Sementara dari data yang ada jumlah ASN yang pensiun dalam pertahunnya bisa mencapai ribuan dan angkanya selalu meningkat setiap tahunnya. Seperti di tahun 2018 sebanyak 147 ribu, di tahun 2019 sebanyak 148 ribu dan di tahun 2020 ini sekitar 175 ribu lebih. 

Jadi menurutnya jika sistem baru ini digunakan pemerintah akan mempunyai beban yang besar mengingat jumlah pensiun setiap tahunnya bertambah.

"Pemerintah harus membenahi terkait ASN yakni regulasi dan upaya-upaya untuk mensejahterakan masyarakat," pungkas Paryono.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00