• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tuntut Pembentukan Pansus Jiwasraya, Massa Masuk Gedung DPR

18 February
21:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Tangkap Maling Jiwasraya (Atmaja) lagi-lagi menggelar aksi menuntut DPR RI untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) Jiwasraya. Kali ini mereka berhasil merangsek masuk ke Gedung Nusantara III, DPR RI.

Koordinator aksi, Ainur Ridho menjelaskan, pihaknya menuntut pembentukan Pansus Jiwasraya Gate karena menduga dananya dipakai untuk kepentingan politik tertentu. Masalah itu pun harus dicari tahu melalui jalur politik, tidak hanya jalur hukum di Kejaksaan Agung.

"Rakyat harus tahu, upaya hukum saja tidak cukup," serunya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Makanya, dia mendesak agar seluruh fraksi DPR untuk punya keberanian politik. Hal itu sebagai pertanggungjawaban amanah rakyat.

"Pimpinan DPR harus segera proses dan mengesahkan usulan angket Jiwasraya oleh Fraksi Demorkat Dan PKS terkait angket Jiwasraya," imbuhnya.

Perlu diketahui, merasa tuntutannya sangatlah penting, beberapa aktivis pun berusaha untuk bertemu dengan pimpinan DPR. Mereka pun nekat untuk membawa atribut demo berupa spanduk, poster, dan toa masuk ke Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen. Gedung dimana pimpinan DPR berkantor.

"Massa meminta untuk bertemu pimpinan. Sebagai pimpinan nanti ketok rapat paripurna agar menyetujui angket Pansus Jiwasraya. Massa tak mau ditemui selain pimpinan DPR," urainya.

Namun tak ayal, sesampai di lobby, para petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) menghalangi karena dianggap mengganggu ketertiban. Semua atribut demo yang mereka bawa pun disita oleh petugas yang berjaga.

"Pamdal bersikap reaktif atas keberadaan massa aksi memaksa meminta peralatan aksi mereka yang dirampas oleh pengamanan dalam DPR," sesalnya.

Beberapa diantaranya pendemo pun dibawa ke pos jaga untuk diintrogasi. Disana memang terjadi perdebatan. Namun sekira 15 menit kemudian mereka dilepas.

"Sejauh ini massa sudah dilepaskan dan diminta untuk tidak melanjutkan aksinya serta mengirim surat audiensi dengan berpakaian rapih," pungkasnya. (Foto : Istimewa)

00:00:00 / 00:00:00