• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pakar: Aborsi Yang Tidak Aman Penyebab Kematian Nomor 4 Tertinggi di Dunia

18 February
20:33 2020

KBRN, Jakarta: Aborsi adalah salah satu tindakan medis yang bertujuan untuk mengakhiri kehamilan. Aborsi dibagi kedalam dua jenis yaitu aborsi yang tidak aman (unsafe abortion) dan aborsi yang aman.

Pakar Kandungan Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedoktera Universitas Indonesia (FK UI) Seno Adjie mengatakan unsafe abortion adalah ketika dikerjakan oleh tenaga medis yang tidak terlatih. Sehingga bisa menyebabkan sakit atau kematian kepada ibu.

"Kalau aborsi dikerjakan oleh tenaga yang tidak kompeten, maka itu adalah aborsi yang tidak aman," tutur Seno kepada RRI, Selasa (18/02/2020).

Seno menyebutkan bahwa aborsi yang tidak aman merupakan penyebab kematian nomor empat tertinggi di dunia.

Sehingga, Seno menganjurkan agar ibu atau calon ibu hamil untuk tidak menggugurkan kandungannya apabila tidak ada indikasi medis.

"Aborsi yang dikerjakan tanpa indikasi medis itu biasanya ngga di laporkan. Karena aborsi tanpa indikasi medis kalau bukan persyaratan tertentu ngga bisa dikerjakan," jelas Spesialis Kandungan RSCM ini.

Aborsi dengan indikasi medis yang dimaksud Seno adalah ketika kehamilannya membahayakan ibu nya. Misalnya, apabila tidak dilakukan aborsi, maka ibu nya bisa meninggal dunia.

"Itu indikasi medis yang dibolehkan untuk dilakukan tindakan aborsi. Tapi kalau ngga ada indikasi medis, trus tetep di aborsi itu ilegal dan tidak dibenarkan," ungkapnya.

Seno menghimbau, sebaiknya aborsi dikerjakan di tempat yang aman atau dikerjakan oleh tenaga terlatih. Sebelum memutuskan aborsi, sebaiknya dilakukan konsultasi terlebih dahulu, apakah ada indikasi medis atau tidak untuk dilakukan.

"Karena kalau atas indikasi medis artinya diperiksa oleh tenaga medis dan dilihat aman tidaknya dikerjakan di rumah sakit atau apa. Nah, aborsi yang tanpa indikasi itulah yang tidak aman, karena bisa timbul komplikasi dan problem. Itu yang biasanya sering menyebabkan kematian," tandasnya.

Dan biasanya, aboris yang dikerjakan karena ada indikasi medis, biasanya ada pemeriksaan pasca aborsi. Untuk memeriksa kondisi jantung, resiko infeksi dan lainnya.

Seperti diberitakan, Polda Metro Jaya mengungkap kasus klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat, pada 11 Februari 2020. Setelah dilakukan pendalaman, diketahui jumlah janin yang pernah di aborsi di klinik tersebut sebanyak 903 dengan jumlah pasien sebanyak 1632 orang.

Polda Metro Jaya telah menangkap tiga orang tersangka atas kasus ini yakni MM, RM, dan SI. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Arita Dewi

    Exc Producer RRI.CO.ID

00:00:00 / 00:00:00