• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

Semifinal Piala Gubernur Jatim Persebaya Vs Arema Dirusuhi Penonton

18 February
18:29 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Bentrok antar suporter sepak bola terjadi di Blitar, Jawa Timur. Bahkan atas kejadian ini dilaporkan tujuh sepeda motor dibakar. Massa suporter marah karena gagal merangsek masuk ke stadion Soepriadi, Kota Blitar.

Polisi sebenarnya sudah mengantisipasi adanya gelombang suporter. Lebih kurang 1.042 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan pertandingan.

Laga Semifinal Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) antara Persebaya VS Arema ini juga sengaja digelar tanpa penonton. Meski di dalam stadion sepi penonton, Suporter justru berada di luar stadion.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan, pihaknya tengah melakukan pendataan korban luka akibat peristiwa ini. 

"Kita masih inventarisir dulu, tapi laporan yang baru masuk ada 7 (tujuh) kendaraan roda dua (sepeda motor). Korban masih kita inventarisir," kata Truno di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (18/2/2020).

Truno menyayangkan adanya aksi yang dilakukan oleh para suporter ini, namun demikian ia menyebut apa yang dilakukan itu melanggar hukum karena ada kerugian materil dalam peristiwa ini.

"Pelaku siapapun yang mengganggu ketertiban apalagi sudah ada kerugian materil dari masyarakat dan ini masuk dalam pidana. Sejauh ini belum ada yang diamankan masih pendalaman Polres," ungkapnya.

Sebelumnya, Truno menyebut pihaknya sengaja menggelar pertandingan semifinal Piala Gubernur antara Arema vs Persebaya di tempat netral. Hal ini untuk mengurangi ketegangan antar dua suporter. 

"Pertandingan Piala Gubernur Jawa Timur antara Persebaya dan Arema ini digelar dalam suatu tempat yang memang netral, ya artinya tanpa suporter kedua kesebelasan. Ini disepakati dengan penyelenggara dari aspek keseluruhamnya adalah keselamatan, kelancaran, dari pertandingan tersebut," paparnya.

Sedangkan untuk penyebab bentrokan ini, Truno menyebutkan masih diselidiki lebih lanjut. Dugaan sementara, massa sempat kecewa lantaran tak mendapatkan akses. Selain itu, dia menyebut ada sejarah panjang yang membuat tensi kedua suporter ini cukup tinggi. 

"Kita lihat dari aspek historis kedua kesebelasan ini kan fanatisme suporter sangat tinggi. Kita mengharap dan mengimbau kepada kedua belah pihak untuk masing-masing meredam tak melakukan bentrok, konflik, hingga mengganggu masyarakat," terangnya.

Lebih kurang 1.042 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan pertandingan. Polisi juga melakukan penyekatan di beberapa titik.

00:00:00 / 00:00:00