• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Uji Coba Pemblokiran IMEI Lalui Dua Mekanisme

18 February
10:51 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang menggelar uji coba pemblokiran International Mobile Equipment Identity (IMEI) mulai Senin (17/2/2020) hingga hari ini.

International Mobile Equipment Identity (IMEI) adalah nomor identitas khusus yang dikeluarkan oleh asosiasi GSM (GSMA) untuk tiap slot kartu GSM yang dikeluarkan oleh produsen HP. Setiap ponsel memiliki nomor IMEI yang mengidentifikasi ponsel, bahkan Indonesia akan menggunakan IMEI untuk pemblokiran ponsel black market.

Dalam beberapa tahun terakhir bahwa banyak sekali di tanah air IMEI bodong atau palsu yang dibuat penyelundup untuk kepentingan pribadi sehingga negara tidak mendapat keuntungan, kenyamanan dan keamanan bagi publik dalam menggunakan handphone.

"Kami bersama pemerintah melakukan pemblokiran IMEI dalam dua mekanisme agar publik merasa nyaman," kata Juru Bicara Konminfo, Fernandus Setu kepada RRI, Selasa (18/2/2020). 

Sehingga pada tahun 2019 lalu, pihaknya bersama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan melakukan pemblokiran terkait dengan IMEI palsu.

Terkait hal itu peraturan menteri terhadap pemblokiran IMEI ini akan berlaku pada 18 April 2020 dan masih ada dua bulan dari sekarang. Tetapi meski demikian pemerintah sudah melakukan uji coba mulai dari 17 Febuari 2020. 

"Hari ini dan kemarin uji coba dilakukan di dua tempat yakni di operatoe XL Axiata dan operator Telkomsel," jelas Fernandus.

Kominfo menerapkan mekanisme pemblokiran ini dalam uji coba yang nantinya akan di evaluasi dan dinilai mana mekanisme yang paling tepat dan cocok untuk Indonesia dan nyaman untuk pengguna HP maupun cocok untuk operator.

Mekanisme Blacklist ini menerapkan sistem normali on, jadi secara umum ia langsung on yang memungkinkan ponsel ilegal dan legal mendapatkan sinyal. Setelah di identifikasi oleh sistem maka ponsel yang ilegal dan IMEI nya palsu akan dinonaktifkan langsung atau diblokir. Jadi, katanya, nantinya hanya ponsel yang legal yang akan dapat sinyal.

"Kemarin kan pake uji coba di XL dalam mekanisme blacklist dan hari ini uji coba di Telkomsel menggunakan mekanisme whitelist," jelasnya.

Ketika IMEI ilegal atau palsu dampak dari ponsel tersebut akan mati atau tidak bisa lagi terkoneksi ke operator selularnya. Apalagi jika ia menggunakan telkomsel, ia tidak akan dapat sinyal lagi ponsel tersebut dan hanya bisa digunakan untuk menyimpan foto, kalkulator dan sebagainya.

"Karena jika sudah seperti itu, ponsel tersebut tidak bekerja sebagaimana fungsinya yang untuk telepon dan sebagainya jadi hanya bisa untuk aktivitas internal di hp saja," jelasnya kembali.

Hal itu akan terjadi setelah 18 April 2020 nanti. Secara umum jika diketahui bahwa itu ilegal maka nantinya ponsel tersebut tidak dapat perlindungan secara konsumen misalkan garansi untuk memperbaiki ponsel tersebut.

Nanti Kominfo akan menginfokan kepada publik mana yang cocok untuk Indonesia dengan operator yang tepat atau nyaman untuk pengguna ponsel.(foto:istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00