• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

FSP BUMN Bersatu Minta Erick Thohir Copot Dana Amin

18 February
10:06 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono meminta Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mencopot Dana Amin dari jabatannya sebagai Dirut PT Antam (Aneka Tambang).

Pasalnya menurut dia, Dana diduga terkait dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II beberapa waktu lalu. Dimana dalam kasus yang melibatkan tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, RJ Lino itu, Dana berstatus saksi.

Baca juga : Erick Thohir Incar Pendapatan Rp 8 Triliun dari Konsolidasi RS BUMN

"Erick Thohir salah lagi mengangkat mantan direktur Pelindo 2 Dana Amin sebagai Dirut PT Antam," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Langkah tersebut menurut dia menunjukkan bahwa Erick Thohir tidak mendalami latar belakang dari Dana saat dia menjabat Direktur Operasional Pelindo II. Padahal Dana katanya menjadi orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi pengadan QCC di PT Pelindo II.

"Sebab dari posisinya saat di Pelindo, Direktur operasi itu perannya sangat besar dalam menentukan alat alat  operasional yang akan digunakan oleh Pelindo II," tandasnya.

Baca juga : Erick Thohir Ingin Banyak Wajah Baru di Semua Perusahaan Negara

Sebelumnya, usai diperiksa komisi anti rasuah, Dana Amin telah menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Dia mengaku tak tahu banyak karena baru menjabat sebagai Direktur Operasi Pelindo II pada tahun 2012, sementara kasus itu diduga berawal sejak tahun 2010.

Meski mengedepankan pra duga tak bersalah, Arief tetap mengatakan, bukan tidak mungkin jika KPK menemukan adanya bukti, Dana ditetapkan sebagai tersangka sebelum sidang RJ Lino digelar.

"Karena itu FSP BUMN Bersatu mendesak agar Menteri BUMN mencopot Dana Amin dari posisi Dirut Antam, jangan sampai nanti berpengaruh terhadap kinerja saham Antam di pasar saham," pungkasnya. (Foto : Antara/ Aprillio Akbar).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00