• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Sepanjang 2019 Produksi Padi dan Jagung di Agam Meningkat

18 February
09:47 2020
0 Votes (0)

KBRN, Agam : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu mengatakan, produksi padi dan jagung di daerah itu naik secara bersamaan sepanjang 2019.

“Produksi padi dari 389.082 ton pada 2018, naik menjadi 416.828 ton di 2019 dari luas panen yang tetap 71.919 hektar. Provitasnya pun meningkat dari 5,41 ton per hektar di 2018, menjadi 5,79 ton per hektar pada 2019,” terangnya, Selasa (18/2/2020).

Baca juga : Petani Keluhkan Tingginya Biaya Transportasi

Kemudian produksi jagung dari 113.116 ton di 2018 dari luas panen 16.853 hektar, naik menjadi 133.253 pada 2019 dari luas panen 17.040 hektar. Sedangkan provitasnya dari 7,78 ton per hektar menjadi 7,82 ton per hektar.

Menurut Arief Restu, capaian ini merupakan hasil dari berbagai program yang menyentuh langsung kepada pembangunan pertanian di Agam seperti, bantuan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, bantuan alsintan dan lainnya.

“Tidak hanya itu, petani juga didampingi penyuluh pertanian dengan inovasi dan teknologi baru. Serta pendampingan dalam pelaksanaan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dengan pengaturan pola tanam, pemeliharaan dan rehabilitas jaringan irigasi tersier,” ujarnya.

Sementara iyu Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Ade Yusuf Thamrin menambahkan, Dinas Pertanian Agam memiliki program Desa Mandiri Benih (DMB) sebanyak empat unit, untuk memenuhi kebutuhan padi berkualitas serta berlabel.

“Saat ini Agam telah memiliki empat vareitas padi unggul lokal yang sudah diakui Kementerian Pertanian seperti varietas kuruik kusuik, padi ampek angkek, kusuik putiah dan puluik hitam,” ulasnya.

Baca juga : Impor Garam Naik 2,9 Juta Ton, FPGM : Sama Saja Bunuh Ekonomi Rakyat

Hal ini membuktikan bawa Kabupaten Agam kaya akan plasma nutfah tanaman. Ke depan ia akan berupaya, bagaimana produksi tanaman pangan terus mengalami peningkatan untuk menjamin ketersediaan dan ketahanan pangan masyarakat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00