• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Pengudang Bintan Sepanjang 3 Kilometer

17 February
23:53 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bintan : Sejumlah kelong apung (bagan) milik nelayan di wilayah desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Kepulauan Riau, kembali tercemar limbah minyak hitam atau Sludge Oil.

Kunjungan tamu tak diundang yang kerap mencemari pesisir pantai di pulau Bintan ini, khususnya di Pengudang, kali ini cukup parah. Menyebabkan kelong dan keramba serta alat tangkap ikan lain milik nelayan rusak parah.

"Iya, sampai Senin (17/2) sore, limbah minyak hitam masih mengotori pesisir pantai pengudang. Ada sekitar 2-3 kilometer, pantai yang tercemar limbah," jelas Pengelola Pengudang Bintan Mangrove, Iwan Winarto, Senin (17/2/2020).

Menurutnya, akibat tercemarnya pantai di Pengudang, menjadi kurang nyaman bagi tamu untuk melakukan aktifitas tour mengelilingi hutan mangrove yang dikelola di desa Pengudang. Sehingga sangat disayangkan jika pencemaran itu tidak ditangani dengan serius oleh pemerintah, maka berdampak kepada dunia pariwisata.

"Kalau tak ditangani dengan serius, dampaknya sangat besar terhadap pariwisata. Apalagi limbah ini setiap tahun terjadi, bukan kali ini saja. Kalau pantai sudah tercemar, nelayan dan pengelola resort pasti kena dampaknya," keluhnya.

Ketika melakukan survey lokasi pasir putih yang terpapar limbah minyak hitam di desa Pengudang, kata Iwan, ia juga didampingi pemerhati lingkungan dunia, Samantha, Warga Negara Inggris. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00