• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Dosen Jangan Khawatir Dengan Kebijakan Mendikbud Soal 'Kampus Merdeka'

17 February
22:52 2020

KBRN, Jakarta : Kebijakan 'Kampus Merdeka' yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadhiem Makarim, bertujuan memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, maupun studi lanjutan mahasiswa bersangkutan.

Demikian dijelaskan Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Paristiyanti Nurwardani kegiatan `Workshop Sistem Pembelajaran Kreatif untuk Mendukung Merdeka Belajar` di Kampus Sahid, Tebet, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020).

Karenanya, untuk mewujudkan kebijakan yang tertera dalam Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 itu, menurut Paristiyanti, perlu dipersiapkan secara komprehensif.

"Kita belum secara tegas memberikan otonomi pada perguruan tinggi untuk betul-betiul memberikan hak mahasiswa bisa belajar kompetensi lain, yang memang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut, tapi dimiliki perguruan tinggi lain," jelasnya.

Paristiyanti juga mengingatkan supaya para dosen tidak perlu khawatir dengan adanya kegiatan tiga semester di luar prodi ini. Menurut dia, dosen bisa tetap menjadi fasilitator maupun menyiapkan rancangan pembelajaran di semester selanjutnya, tanpa harus merasa kehilangan jam mengajar.

"Kalau pun harus dua semester di perguruan tinggi lain, dan satu semester di satu prodi lain, sebetulnya dosennya tetap menjadi pendamping. Jadi tidak akan ada kekurangan apapun untuk dosen. Dan dosen sekarang jadi fasilitator itu lebih dominan," tandas Paristiyanti.

00:00:00 / 00:00:00