• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Wakil Komisi VII DPR RI: Bagaimana Indonesia Mengembangkan Energi Nuklir, Pembuangan Saja Sudah Tercecer Kemana-Mana

17 February
20:09 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mengingat munculnya serpihan sumber radioaktif nuklir di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan sangat berbahaya dan meresahkan, persoalan itu harus segera dituntaskan.

Wakil Komisi VII DPR RI Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno kepada Pro3 RRI enggan berspekulasi sebelum mendapatkan keterangan resmi terkait hal itu dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Untuk itu, dalam minggu ini Komisi VII akan bertemu dengan dua instansi itu untuk membahas persoalan. 

"Saya tidak mau berspekulasi, karena kita tidak tau jenis kadar radioaktif yang terkandung dalamnya dan dari mana asal usulnya. Apakah penelitian reaktor nuklir di Serpong, ataukah dari pembuang industri yang masih memiliki kadar. Ini harus dituntaskan, karena ini menimbulkan keresahan," ungkap Eddy Senin (17/2/2020).

Selain itu tambah Eddy, karena memang Indonesia juga dalam tahap menggodok Undang-Undang energi baru dan terbarukan termasuk energi nuklir, tentu persoalan akan sangat terkait dengan rencana itu.

"Bagaimana kita mengembangkan energi nuklir yang membutuhkan pengawasan dan perijinan yang begitu ketat. Pada saat kita untuk menangani pembuang radioaktif saja sudah tercecer kemana-mana. Jadi saya rasa ini perlu penanganan yang sangat serius dan aktif," ungkapnya.

BACA JUGA : Minta Keterangan Paparan Tinggi Radioaktif Serpong, Komisi VII DPR Panggil BATAN dan Bapetan

"Apakah ada kelalaian, apakah ada kesengajaan. Dimana protokol-protokol yang begitu ketat itu bisa dilanggar. Ini yang perlu kita ketahui. Saya tidak berani berspekulasi, sampai dengan kita menemui beliau-beliau yang datang dari BATAN dan Bapetan," pungkasnya menambahkan. (Foto : Ant)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00