• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pemerintah Minta Media Ikut Tangkal 102 Hoax Tentang Corona

17 February
14:58 2020

KBRN, Jakarta : Pemerintah meminta media untuk dapat berperan lebih besar dalam menyampaikan informasi akurat untuk masyarakat, dan sudah seharusnya berperan aktif dalam menangkal berita bohong atau hoax mengenai virus Corona di Indonesia. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menuturkan, sejauh ini sudah ada 102 hoax tentang Corona yang sangat meresahkan masyarakat pada umumnya. 

"Tercatat sudah 102 hoax tentang virus Corona, untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengembangkan hoax ini. Supaya ini dihentikan, karena ini nanti tidak baik pengaruhnya ke masyarakat. Pemerintah sampai saat ini memiliki kesiapsiagaan yang sangat tinggi, kepedulian yang sangat tinggi, bisa dilihat dari rapat koordinasi yang terus menerus kita lakukan. Semuanya hanya satu, untuk memikirkan bagaimana supaya hoax tidak menjangkit (semua)," jelas Moeldoko dalam Rapat koordinasi tingkat menteri tentang virus Corona di Bina Graha, Jakarta, Senin (17/02/2020). 

BACA JUGA: Coronavirus Bikin Kendor Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Januari 2020

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan, bahwa peran media sungguh sangat penting, karenanya ia ingin agar media juga dapat melaksanakan fungsi check and re-check sebelum memberi dan menyebarluaskan berita atau informasi ke masyarakat luas. 

"Media juga harus arif, tidak langsung meng-ekspose sebelum re-check. Supaya masyarakat jangan panik dan chaos, seperti ramai-ramai memborong masker. Padahal anjuran Pak Menkes, yang bermasker adalah yang sakit dan memiliki resiko sakit," tutur Menko PMK Muhadjir ketika hadir dalam rapat koordinasi tersebut. 

Sampai saat ini, Kementerian Kesehatan RI telah memeriksa 104 sample spesimen yang dikumpulkan dari seluruh wilayah Indonesia. Dari hasil pemeriksaan, 102 dinyatakan negatif dari virus Corona, sedangkan 2 sample spesimen masih dalam proses pemeriksaan.

00:00:00 / 00:00:00