• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Ayah Wakaf Tanah Buat Masjid di Subang, Sekarang Anaknya Gugat Balik

17 February
11:05 2020
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Tersiar kabar di kalangan masyarakat Kecamatan Binong Subang, bahwa Masjid Al-Muttaqin digugat oleh seseorang yang mengaku ahli waris pemberi wakaf.

Oleh karena itu, sejumlah warga masyarakat Binong marah terhadap orang yang mengaku ahli waris pemberi wakaf tersebut. Bahkan warga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran ke Pengadilan Negeri (PN) Subang.

Atas reaksi warga, Polsek Binong cepat mengambil langkah antisipasi, dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan seluruh Pengurus DKM Masjid Al-Muttaqin, serta seluruh Aparatur Pemerintahan setempat, guna bermusyawarah di Masjid Al-Muttaqin Binong, Senin (17/2/2020). 

Kapolsek Binong AKP Kasidi mengungkapkan, munculnya emosi warga masyarakat Binong, setelah mendengar adanya surat panggilan dari Pengadilan Negeri Subang, kepada pihak tergugat.

Saat ini kata Kasidi, warga masyarakat Binong sudah menggalang kekuatan massa secara besar-besaran, untuk melakukan unjuk rasa ke PN Subang.

"Sebagai upaya antisipasi aksi massa ke PN Subang, kami cepat mengambil tindakan, dengan menggelar pertemuan bersama sejumlah tokoh masyarakat, semua pengurus DKM Masjid Al-Muttaqin, dan seluruh aparatur pemerintahan setempat, guna mencegah hal-hal yang tidak kita harapkan," ujar AKP Kasidi kepada wartawan di Subang, Senin (17/2/2020).

Upaya yang dilakukannya itu menurut Kapolsek, untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis dari warga masyarakat yang sudah tersulut emosinya. Terlebih pihak penggugat memang diinformasikan sudah menggunakan jasa penasehat hukum.

"Kami berharap, masyarakat untuk mengikuti proses hukum yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu Ketua DKM Al-Muttaqin Kecamatan Binong Agus Taruna mengatakan, sebagai pihak tergugat, sudah memenuhi panggilan sidang pertama di PN Subang pekan kemarin.

"Sebagai pihak tergugat atas azas taat hukum, telah menunjuk kuasa hukum dari Tim Pengacara Dede Sunarya," kata Agus.

Agus mengungkapkan, aset tanah Masjid Al-Muttaqin seluas 4.000 meter persegi, telah memiliki legalitas berupa dua sertifikat yang dikeluarkan BPN Subang. Di atas tanah seluas 4.000 meter persegi itu, tidak hanya berdiri sebuah Masjid, tetapi juga ada bangunan Kantor KUA, Madrasyah Tsanawiyah, PAUD dan Madrasyah Aliyah.

"Kami sebagai Ketua DKM hanya bisa prihatin, dan tak habis pikir sama pihak penggugat, kenapa fasilitas ibadah digugat. Apalagi objek yang digugat merupakan wakaf dari Almarhum bapaknya sendiri. Yang saya heran lagi kenapa hampir seluruhnya digugat, padahal dari luas lahan yang ada, mungkin hanya seperempatnya yang merupakan wakaf dari almarhum bapaknya penggugat," ucapnya. 

Agus juga berharap, agar masyarakat Kecamatan Binong tidak terprovokasi, dan tetap tenang. Karena sudah diserahkan kepada kuasa hukum.

"Saya minta warga masyarakat tidak terpancing emosi, tenang saja, karena kami sudah menyerahkannya kepada kuasa hukum yang kita tunjuk," pungkas Agus.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00